Penarikan Paksa Mobil di Kalinyamatan Jepara Berujung Ricuh, DC Kudus Diamankan Polisi

Foto, Penarikan Paksa Mobil di Kalinyamatan Jepara Berujung Ricuh, DC Kudus Diamankan Polisi

Global7.id – Jepara, 

Insiden penarikan paksa kendaraan roda empat milik warga Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 18.05 WIB. Mobil pickup Suzuki Traga milik Jasminto menjadi sasaran Debt Collector (DC) asal Kudus, yang melakukan aksi di wilayah Kalinyamatan, Jepara.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya Jasminto mencoba menyelesaikan persoalan secara baik-baik dengan menawarkan datang ke kantor leasing. Namun, para DC justru memaksa mengambil kendaraan dan diduga meminta uang sebesar Rp25 juta agar mobil dilepaskan.

 

Merasa terancam, Jasminto menghubungi Ketua GRIB Jaya Jepara untuk meminta bantuan.

 

“Saat itu saya mendapat telepon dari Jasminto yang mengatakan kendaraannya akan ditarik paksa. Bahkan, dia disandera oleh DC di dekat pom bensin Krasak, Kalinyamatan, sambil dimintai uang Rp25 juta,” ujar Ketua GRIB Jaya Jepara.

 

Menindaklanjuti laporan itu, anggota GRIB Jaya langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Peristiwa ini sempat memicu kericuhan antara warga, anggota GRIB Jaya, dan para DC. Namun, ketegangan berhasil diredakan setelah pihak kepolisian tiba di lokasi. Oknum DC kemudian diamankan dan saat ini menjalani proses hukum di Polsek Pecangaan.

 

Ketua DPC GRIB Jaya Jepara, Agus Adodi, menegaskan sikap tegas organisasinya terhadap praktik penarikan ilegal oleh DC di Jepara.

 

“Dari awal kami sudah mengatakan, tidak ada ruang sekecil apa pun bagi DC di bumi Jepara. Masalah fidusia biar aparat penegak hukum yang menyelesaikan sesuai prosedur. Tidak ada kata maaf bagi DC yang berani mengusik ketenteraman dan kondusivitas Jepara,” tegas Agus.

 

Bacaan Lainnya

Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, termasuk dugaan pemerasan oleh oknum DC. GRIB Jaya mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami kejadian serupa dan tidak tunduk pada intimidasi.

 

G7/AR

Pos terkait