Pemkab Jepara Kucurkan Puluhan Miliar untuk Pendidikan, Momentum Hardiknas dan Hari Otda Jadi Sorotan

Foto, Bupati Jepara Witiarso Utomo Dalam Upacara Peringatan Hardiknas ke-67 Sekaligus Hari Otonomi Daerah Ke-30 Di SMA N 1 Jepara

Global7.id, Jepara – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 yang dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 berlangsung khidmat di SMA Negeri 1 Jepara, Senin (4/5/2026).

 

 

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di era otonomi.

 

 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dalam amanatnya menyampaikan bahwa kedua peringatan itu memiliki keterkaitan erat. Otonomi daerah, menurutnya, memberikan ruang bagi daerah untuk berkembang, sementara pendidikan menjadi faktor kunci dalam memanfaatkan peluang tersebut.

 

 

“Hari ini kita memperingati dua momentum penting sekaligus, yaitu Hari Pendidikan Nasional ke-67 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Ada benang merah yang sangat kuat di antara keduanya, yakni daerah diberi ruang untuk maju dan pendidikan adalah kunci utama untuk memanfaatkan ruang tersebut,” ujarnya.

 

 

Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar melalui program Kartu Sarjana Jepara yang menjangkau 2.398 siswa dan mahasiswa.

 

 

Bacaan Lainnya

Selain itu, melalui program Kartu Guru Sejahtera, hampir 11 ribu guru telah menerima peningkatan kesejahteraan. Pada 2026, jumlah penerima ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 17 ribu guru dengan dukungan anggaran mencapai Rp25 miliar.

 

 

Pemkab Jepara juga terus memperkuat sarana dan prasarana pendidikan. Sepanjang 2025, sebanyak 103 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, telah direvitalisasi.

 

 

Di bidang transformasi digital, lebih dari seribu perangkat pembelajaran telah didistribusikan. Tahun ini, jumlah tersebut direncanakan bertambah lebih dari 3 ribu unit guna memperluas akses teknologi di lingkungan sekolah.

 

 

Sementara itu, dalam upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik, sebanyak 2.343 guru telah difasilitasi mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

 

 

Bupati menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas dan kesejahteraan guru. “Kita semua sepakat, pendidikan yang baik tidak mungkin terwujud tanpa guru yang berkualitas dan sejahtera,” tegasnya.

 

 

Upacara tersebut diikuti oleh pelajar, tenaga pendidik, serta jajaran pemerintah daerah sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Jepara.

Pos terkait