Pemerintah Desa Sinanggul Klarifikasi Aksi Warga Terkait Jembatan Rusak di Dukuh Sidang

Foto, Demo warga di Desa Sinanggul Jepara

Global7.id – Jepara, 

 

Pemerintah Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, memberikan klarifikasi resmi terkait aksi unjuk rasa spontan sejumlah warga Dukuh Sidang yang menuntut perbaikan jembatan penghubung yang hingga kini belum juga direalisasikan. Aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jembatan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

 

 

Petinggi Desa Sinanggul, Sholeh, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak desa memahami keresahan masyarakat dan tidak tinggal diam dalam menyikapi kondisi infrastruktur yang membahayakan tersebut.

 

 

“Kami sangat memahami kondisi warga, dan kami tegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah mengabaikan persoalan ini. Sejak awal, kami telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan melalui mekanisme resmi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara,” ujar Sholeh.

 

 

Menurutnya, pengajuan permohonan sudah dilakukan melalui Musrenbangdes dan diteruskan dalam forum Musrenbangcam serta forum koordinasi lainnya. Namun, hingga saat ini, keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan utama dalam merealisasikan perbaikan jembatan tersebut.

 

 

Pemerintah desa juga terus mengupayakan bahwa mereka terus menjalin komunikasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten untuk mencari jalan keluar.

Bacaan Lainnya

 

 

Komitmen untuk Terus Mengawal Aspirasi Warga

Menanggapi aksi warga, Pemerintah Desa tidak menganggapnya sebagai bentuk perlawanan, melainkan sebagai ekspresi kepedulian terhadap kondisi lingkungan. “Kami tidak menutup ruang aspirasi. Justru aksi ini menjadi pengingat bahwa masalah jembatan harus terus menjadi prioritas bersama,” tambah Sholeh.

Pemerintah Desa Sinanggul memastikan bahwa persoalan jembatan di Dukuh Sidang bukan diabaikan, melainkan sedang diperjuangkan melalui jalur resmi. Pihak desa meminta masyarakat tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan terus bersinergi untuk mendorong percepatan solusi dari pihak kabupaten.

 

 

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang kebersamaan kita menjaga desa. Kami di pemerintahan desa tetap berkomitmen untuk mengawal aspirasi warga, agar jembatan ini bisa segera diperbaiki dan kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkas Sholeh.

 

G7/AR

Pos terkait