Pasca Konser Deni Caknan, Alun-Alun Jepara Dipenuhi Sampah: Ini Bukan Budaya, Ini Kebiasaan yang Harus Diubah

Foto, kondisi alun-alun Jepara kotor dan penuh sampah berserakan

Global7.id – Jepara, 

Kemeriahan konser Deni Caknan di Alun-Alun 1 Jepara pada Selasa malam (15/07/2025) menyisakan pemandangan yang menyedihkan. Ribuan pengunjung memadati lapangan utama kota untuk menyaksikan penampilan sang idola, namun usai acara, yang tertinggal bukan hanya kenangan, melainkan juga gunungan sampah berserakan di setiap sudut alun-alun.

 

Plastik makanan, botol minuman, kemasan jajanan, hingga puntung rokok tampak mengotori area yang seharusnya menjadi wajah kota. Sebagian petugas kebersihan dan relawan tampak sibuk memungut sampah hingga larut malam. Namun beban mereka tak sebanding dengan banyaknya sampah yang ditinggalkan pengunjung.

 

“Sampah habis acara jangan dianggap budaya. Ini bukan budaya, tapi kebiasaan buruk yang harus diubah,” ucap Yadi warga yang prihatin atas banyaknya sampah.

 

Fenomena seperti ini bukan pertama kali terjadi. Setiap ada acara besar, sampah selalu menjadi “warisan kolektif” yang ditinggalkan tanpa tanggung jawab. Yang menyedihkan, sebagian masyarakat bahkan menganggapnya hal yang lumrah. Padahal, sikap abai terhadap sampah mencerminkan kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Ini bukan soal siapa yang bertanggung jawab. Ini soal kita semua. Setiap bungkus makanan yang dibuang sembarangan, setiap botol yang ditinggal begitu saja, adalah tanggung jawab individu. Jika semua orang berpikir “nanti juga ada yang bersihin”, maka tak akan pernah ada perubahan.

 

Sudah saatnya kita membangun budaya baru, Budaya Tertib Sampah. Budaya membawa kembali sampah yang kita bawa. Budaya memilah, membuang di tempatnya, dan tidak mengandalkan petugas kebersihan untuk menyapu jejak kita.

 

Alun-alun adalah ruang publik yang menjadi milik bersama. Mari jaga bersama. Karena cinta pada kota bukan sekadar hadir di konsernya, tapi juga peduli dengan kebersihannya.

 

Bacaan Lainnya

“Kebersihan bukan tanggung jawab pemerintah atau petugas semata, tapi cermin dari siapa kita sebenarnya,” pungkas Yadi saat di lokasi.

 

Semoga ini menjadi momen refleksi bagi kita semua. Konser boleh usai, tapi kesadaran menjaga lingkungan harus tetap hidup.

 

G7/AR

Pos terkait