Global7.id – Jepara,
Pasar Kuliner Perikanan Pecangaan yang kini ramai pengunjung merupakan area makanan dan jalan-jalan di pagi hari terfavorit untuk warga sekitar di wilayah kabupaten Jepara. Diketahui, tempat ini dulunya adalah jalanan pertigaan dari Desa Pecangaan kulon menuju ke Desa Sowan Kidul melalui area persawahan tiga empat desa yaitu Desa Pecangaan, Desa Troso, Desa Ngeling dan Desa Sowan Lor.
Tentu, para pedagang yang mengawali berjualan di tempat ini hingga menjadi tempat jalan-jalan di pagi hari dan tempat kuliner yang sangat ramai. Pedagang yang berjualan mencapai puluhan sedangkan pengunjung atau pembeli mencapai ribuan orang. Semua makanan dari yang kekinian sampai tradisional ada di tempat ini.
Penjual membuka lapaknya dari arah Timur mulai masuk jalan di depan perikanan Pecangaan ke barat hingga jarak 200 meter. Pedagang yang berjualan mulai yang lesehan, menggunakan sepeda motor, hingga mobil yang digunakan untk berjualan pun sangatlah lengkap yang membuka lapaknya di tepi jalan.
Adapun jajanan yang tersedia sangat beragam mulai makanan tradisional seperti horog-horog pecel, kue-kue tradisional seperti kue lapis, gethuk sampai dengan jajanan kekinian seperti burger dan kebab. Begitu juga minuman tradisonal dari jamu, adon-adon coro, wedang jahe, kopi pahit sampai dengan minuman kekinian seperti aneka jus dan minuman kemasan lainnya pun tersedia.
Mulai pukul 06.30 pagi yang biasanya ramai di hari Minggu, suasana jalanan di kawasan ini mulai macet dengan masuknya pengunjung yang naik sepeda motor dan jalan kaki bersama keluarganya terasa seperti ada acara event UMKM. Terlihat pengunjung yang jalan-jalan naik motor maupun jalan kaki pun berhenti untuk membeli jajanan dan minuman bersama keluarganya.
Erna salah satu pengunjung yang mengaku dari Desa Ngasem mengatakan, “Meski cukup jauh dari tempat tinggal saya tapi saya sengaja ke Pasar Kuliner Perikanan Pecangaan ingin merasakan horog-horog pecel dan juga aneka makanan gorengan. Makanan khas Jepara ini menjadi kesukaan saya, jadi klo saya kangen makanan itu ya pasti saya datang ke tempat ini, ” ujarnya pada Minggu, (27/11/2024).
Ia menambahkan, “Ya karena ramai ya saya suka, sekalian untuk menghibur diri yang sedang galau. Trus banyak makanan yang dipilih, pokoknya lengkap deh. Harganya pun murah dan terjangkau, ” imbuh Erna yang datang dengan dua temannya naik motor.
Tidak hanya Erna, ada juga Firda warga Desa Gerdu juga sering ke Pasar Kuliner Perikanan Pecangaan ini. Biasanya ia datang bersama teman-temannya. Selain jalan jalan keliling juga pesan makan kesukaannya. Tak lupa juga duduk-duduk dipinggir sawah sambil melihat pemandangan di sekeliling yang sejuk dan nyaman.
Firda mengatakan, “Suasananya ramai cocok untuk ketemu teman-teman. Selain ngobrol juga sambi makan jajanan kesukaan setiap waktu berganti ganti menu, ” katanya.
Untuk keamanan dan kenyamanan, di pasar Kuliner Perikanan Pecangaan ini kendaraan bisa tertata rapi dengan adanya tukang parkir yang menata sepeda motor sekaligus menjaganya. Dengan biaya Rp 2.000 pengunjung bisa menitipkan sepeda motornya di tepi jalan. Tujuan dari parkir ini adalah agar lalu lintas lancar dan tidak macet sehingga pengunjung bisa menikmati hidangan dengan aman dan nyaman.
“Ya parkir cuma Rp 2.000 untuk kas RT tidak ada paksaan. Yang tidak parkir ya nggak apa-apa, ” kata salah satu tukang parkir.***
Sumber: Pak Muin.










