Orkes Berdarah di Kembang Jepara, 1 Tewas, 7 Diamankan Polisi

Foto, Korban Pengroyokan Yang Meninggal Dunia

Global7.id – Jepara, 

Sebuah tragedi berdarah terjadi usai pertunjukan orkes di Kecamatan Kembang, Kabubaten Jepara, Jawa Tengah. Pengeroyokan yang terjadi mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Pihak ke Polisian Jepara dengan cepat merespons kejadian ini dan berhasil mengamankan tujuh terduga pelaku.

 

Kejadian bermula saat ada pertunjukan musik orkes di Kecamatan Kembang, Suasana pesta musik orkes berubah mencekam setelah terjadi aksi pengeroyokan brutal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Insiden tragis itu terjadi pada malam Minggu usai acara musik selesai digelar.

 

 

Pihak kepolisian dari Polsek Kembang mengonfirmasi bahwa tujuh orang telah diamankan sebagai terduga pelaku pengeroyokan. Enam di antaranya merupakan warga Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, dan satu orang lainnya berasal dari Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri.

 

 

Identitas korban diketahui bernama M. Rangga Alan Saputra. Informasi ini diperkuat oleh unggahan ucapan belasungkawa dari komunitas Balong Beji Bersatu, yang turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Dalam unggahan tersebut, mereka juga mengecam keras tindakan para pelaku yang terlibat dalam insiden tragis ini.

 

 

“Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis komunitas tersebut dalam unggahan digital mereka.

 

 

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kembang menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus ini untuk mengetahui motif di balik pengeroyokan tersebut.

 

 

“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan apa motif utama dari pengeroyokan. Semua masih dalam proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan terhadap para saksi yang berada di lokasi kejadian,” ujarnya.

 

 

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Kartini Jepara untuk keperluan autopsi. Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar masih diselimuti duka dan harapan agar keadilan bisa ditegakkan secepatnya.

 

 

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak yang berwenang.

 

Perkembangan lebih lanjut akan terus dilaporkan begitu informasi resmi tersedia.***

 

Sumber: Jepara Update.

 

Pos terkait