Nyaris Tewas Ditembak OTK, Pengakuan Suami Anggota DPRD Jateng Soal Oknum DPR RI Bikin Geger

Foto, Amat Muzakhin alias Boim (36) suami anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP ini, nyaris menjadi korban penembakan orang tak dikenal.

Global7.id – Pekalongan, 

Kasus yang menyeret nama anggota DPRD Jateng kembali jadi sorotan setelah suaminya, Amat Muzakhin alias Boim, nyaris menjadi korban penembakan orang tak dikenal pada Sabtu malam.

Suasana tenang di teras rumah Amat Muzakhin alias Boim mendadak berubah mencekam pada Sabtu malam, 15 Februari 2026. Suami dari anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP, Nur Fatwah, ini nyaris menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) yang hingga kini masih misterius.

 

Peristiwa yang terjadi di wilayah Pekalongan tersebut langsung mengundang perhatian publik setelah Boim akhirnya buka suara melalui sambungan video call dalam program di iNews TV pada Senin malam (17/2/2026). Pengakuannya mengejutkan: ia menduga ada keterlibatan seorang oknum anggota DPR RI sebagai dalang di balik aksi teror yang nyaris merenggut nyawanya.

 

Malam Mencekam di Teras Rumah

Menurut penuturan Boim, malam itu awalnya berjalan biasa. Ia tengah berada di teras rumah saat tiba-tiba terdengar suara letusan yang mengarah ke posisinya. Beruntung, peluru tidak mengenai sasaran dan ia berhasil menyelamatkan diri.

 

Insiden tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar panik. Aparat kepolisian pun bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Baca Juga: Mencekam! Suami Anggota DPRD Jateng Jadi Target Penembakan di Teras Rumah, Pelaku Kabur Usai Lepaskan Satu Tembakan

 

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan keluarga seorang pejabat daerah dan munculnya dugaan motif yang berkaitan dengan kasus kriminal besar yang tengah dikawal korban.

 

Bacaan Lainnya

Dugaan Motif: Intimidasi Kasus Penculikan Pedagang Martabak

Boim yang dikenal aktif sebagai aktivis sosial menyebut bahwa aksi penembakan itu bukan kejahatan acak. Ia menduga kuat kejadian tersebut berkaitan dengan upayanya mengawal kasus penculikan seorang pedagang martabak yang sedang menjadi perhatian publik.

 

Menurutnya, tekanan demi tekanan sudah mulai terasa sebelum peristiwa penembakan terjadi. Namun ia menegaskan tidak akan mundur meskipun ancaman terhadap keselamatannya semakin nyata.

 

“Ini bukan sekadar kriminal biasa. Ada kepentingan besar di baliknya,” ungkap Boim dalam keterangannya.

 

Dugaan bahwa ada pihak berkepentingan ingin membungkamnya membuat kasus ini cepat menyita perhatian masyarakat luas, terutama karena menyeret nama pejabat publik tingkat pusat.

 

Polisi Bergerak Cepat, Penjagaan 24 Jam Diterapkan

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, memimpin langsung proses olah TKP hingga dini hari. Polisi mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku di balik aksi teror tersebut.

 

“Kami tidak akan berspekulasi. Semua kemungkinan sedang kami dalami,” tegas pihak kepolisian.

 

Sebagai langkah antisipasi, aparat kini melakukan penjagaan ketat selama 24 jam di kediaman Boim. Pengamanan diperketat untuk menghindari kemungkinan ancaman lanjutan selama proses penyelidikan berlangsung.

 

Langkah ini menunjukkan bahwa aparat menilai kasus ini memiliki tingkat risiko tinggi dan perlu penanganan serius.

 

Sorotan Nasional dan Reaksi Publik

Kasus ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan motif sebenarnya dari aksi penembakan tersebut, terlebih setelah muncul dugaan keterlibatan oknum pejabat.

 

Pengamat sosial menilai kejadian ini bisa menjadi ujian bagi penegakan hukum, terutama dalam memastikan bahwa proses penyelidikan berjalan transparan tanpa intervensi pihak mana pun.

 

Masyarakat juga menaruh perhatian besar karena peristiwa ini menyentuh isu sensitif: keamanan aktivis sosial dan keberanian warga sipil dalam mengawal kasus hukum yang melibatkan kepentingan besar.

 

Boim: Tidak Akan Mundur Meski Diancam

Meski dibayangi ancaman serius, Boim menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus penculikan yang tengah ia tangani. Baginya, teror justru menjadi tanda bahwa perjuangannya menyentuh kepentingan besar.

 

Pernyataan tersebut menuai dukungan dari berbagai kalangan yang berharap aparat mampu segera mengungkap pelaku serta motif sebenarnya di balik penembakan ini.

 

Keberanian Boim dianggap menjadi simbol perlawanan terhadap intimidasi yang kerap dialami para aktivis dan pegiat sosial ketika menyuarakan keadilan.

 

Misteri yang Masih Menunggu Jawaban

Hingga kini, polisi masih terus mendalami berbagai kemungkinan, termasuk menelusuri rekaman CCTV, jejak peluru, serta keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian.

 

Pertanyaan besar pun masih menggantung: apakah ini benar aksi intimidasi terkait kasus yang dikawal Boim, atau ada motif lain yang belum terungkap?

 

Yang jelas, insiden ini telah mengubah suasana tenang sebuah rumah menjadi pusat perhatian nasional dan membuka babak baru dalam penyelidikan yang diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa hari ke depan.

 

G7/GLN

Pos terkait