Global7.id – Pekalongan,
DPRD Jateng kembali menjadi sorotan setelah suami salah satu anggotanya menjadi sasaran tembak oleh orang tak dikenal di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu malam (14/2/2026). Peristiwa ini terjadi saat korban sedang duduk di teras rumahnya bersama sejumlah tamu.
Peristiwa mengejutkan itu terjadi sekitar pukul 21.10 WIB saat Amat sedang duduk santai di teras rumahnya bersama sejumlah tamu. Beruntung, tembakan yang dilepaskan pelaku meleset sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Insiden ini langsung menarik perhatian warga sekitar karena Amat bukanlah sosok biasa. Ia dikenal sebagai aktivis masyarakat sekaligus suami dari Hj Nur Fatwah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Komisi A Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Kronologi Mencekam di Teras Rumah
Menurut keterangan Amat, malam itu dirinya baru tiba di rumah sekitar pukul 20.30 WIB dan menerima beberapa tamu, termasuk seorang kepala desa. Situasi awal berlangsung normal hingga sebuah sepeda motor tiba-tiba berhenti di depan rumah.
Pengendara motor yang mengenakan helm dan masker itu terlihat mencurigakan. Tanpa banyak gerakan, pelaku langsung menoleh ke arah teras lalu melepaskan satu kali tembakan.
“Orangnya langsung nengok sambil menembak. Tembakannya mengarah ke saya, tapi meleset,” ujar Amat.
Ia menyebut jarak tembakan sekitar 10 meter. Setelah melepaskan tembakan, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi sebelum sempat diketahui lebih jelas oleh para Saksi.
Ciri-ciri Pelaku dan Kendaraan
Dari pengamatan korban dan saksi di lokasi, pelaku diperkirakan memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur tubuh sedang. Ia mengendarai motor matik jenis Vario berwarna hitam.
Hal yang mencurigakan, pelat nomor kendaraan ditutup menggunakan kantong plastik kresek, diduga untuk menghilangkan jejak identitas kendaraan.
Amat mengaku sempat terpikir mengejar pelakunya, namun niat itu diurungkan karena mempertimbangkan keselamatan.
“Saya tangan kosong, sementara dia membawa pistol. Akhirnya saya tidak jadi mengejar,” katanya.
Polisi Amankantil dan Rekaman CCTV
Usai menerima laporan, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk proyektil peluru serta rekaman CCTV di sekitar rumah korban.
Kapolres Pekalongan menyebut hasil awal olah TKP menunjukkan tembakan yang diduga mengarah ke bagian atas rumah dan kemungkinan merupakan bentuk teror, meski motif pastinya masih dalam penyelidikan.
Penyelidikan kini melibatkan tim dari Polres Pekalongan bersama jajaran Polda Jawa Tengah untuk mengidentifikasi pelaku serta menyelidiki kemungkinan motif di balik aksi tersebut.
Motif Masih Misterius
Hingga kini, Amat mengaku tidak merasa memiliki konflik pribadi yang dapat memicu aksi kekerasan tersebut. Namun, ia menyebut sedang aktif mendampingi kasus dugaan seorang pedagang yang tengah diproses di tingkat Polda Jawa Tengah.
Apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan aksi penembakan? Polisi belum dapat memastikan.
“Kalau ada memastikan atau tidak, saya belum bisa,” ujar Amat.
Warga Ketakutan, Keamanan Diperketat
Peristiwa ini membuat warga sekitar merasa resah. Sejumlah warga mengaku kaget karena lokasi kejadian berada di kawasan organisasi yang selama ini dikenal aman dan jarang terjadi insiden kriminal bersenjata.
Garis polisi sempat dipasang di area rumah korban, sementara aparat melakukan pemeriksaan saksi serta penelusuran kamera pengawas di sekitar lokasi.
Penyelidikan Berlanjut
Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena menyasar keluarga seorang figur publik daerah. Polisi menegaskan akan terus mendalami motifnya, termasuk menelusuri apakah aksi tersebut murni intimidasi atau terkait masalah lainnya.
Sampai berita ini diturunkan, pelaku penembakan masih dalam pencarian intensif.
G7/KMP










