Global7.id – Opini publik,
Kalau kita bicara masalah otak dan otot, muncul satu pertanyaan, kenapa otak kita dihargai lebih ketimbang otot kita dari zaman dulu sampai sekarang?
Kami mensurvei beberapa masyarakat terutama anak muda dan orang dewasa yang aktif di sosial media dan banyak yang mengatakan, pada kenyataanya memang demikian, “Seorang buruh bangunan atau apalah yang bekerja hanya menggunakan otot mereka, hanya mendapatkan upah yang sebetulnya tidak sesuai dengan tenaga yang telah mereka keluarkan, saya tidak menyebutkan nominal upah mereka, tapi dari pengalaman yang saya alami sendiri memang seperti itulah faktanya, ” Ujar Netizen yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, “Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menegah, saya bekerja di salah satu usaha makanan untuk sekedar menambah uang jajan dan sedikit membantu orang tua saya dan ketika itu memang hanya tenaga yang saya andalkan. Ketika itu saya bekerja sepulang sekolah hingga malam dan tak tentu tergantung adanya pesanan kalau banyak ya bisa ga tidur nah, disitu otak saya tidak bekerja sama sekali, semua ilmu yang saya dapat pun tak berguna saat itu. Ketika gaji pertama saya terima, saya disitu baru berfikir tentang sebuah perbandingan. saya bekerja dengan tenaga saya yang bisa di bilang menguras semua tenaga saya, tapi apa yang saya dapatkan seakan tidak sesuai dengan tenaga yang telah saya keluarkan. padahal saya harus selalu menyempatkan waktu untuk belajar saat itu. saya seperti kuda yang hanya memiliki sedikit waktu untuk meregangkan otot saya, ” Imbuhnya.
“Nah, sekarang kita bandingkan dengan pekerjaan yang mengandalkan otak kita, bahkan malah seimbang antara otak dan otot, namun tetap lebih dominan otak kita yang bekerja lebih keras, ” Tambahnya.
“Contoh, seorang direktur, pimpinan perusahaan, dan lainnya, mereka bekerja di waktu normal dari pagi hingga sore hari, pekerjaan mereka pun tidak terlalu berat dan menguras tenaga, tapi apa yang mereka dapatkan? seperti sangat setimpal dengan ilmu yang mereka miliki, ” Terangnya.
“Begitupun saya saat ini, ketika saya duduk di bangku kuliah, saya bekerja di bidang website design walaupun separuh waktu, karena saya harus membagi waktu saya, ” Katanya.
“Dan Subhanallah Alhamdulillah..yang saya dapatkan memang sangat jauh dengan apa yang sudah saya dapatkan dulu ketika masih bekerja di usaha makanan itu, ” Pungkasnya.
Jadi pada intinya betapa penting sebuah pendidikan itu untuk masa depan kita. Bersyukurlah bahwa saat ini kita masih bisa bersekolah hingga jenjang tertinggi dan mempunyai modal untuk meraih apa yang kita inginkan. Diluar sana masih banyak yang ingin menempuh pendidikan namun terbatas oleh satu hal.
“Allah SWT Sangatlah Adil Kepada Makhluk-nya, Allah SWT memberikan Apa Yang Kita Butuhkan dan Kewajiban kita hanyalah bersyukur dan ingat kepada-Nya”.
“Allah SWT saja adil, kenapa kita tidak hargai dengan setimpal kerja keras seseorang meskipun berbeda dalah hal kemampuan, ” Pesan singkatnya.(***)
“Berita Opini publik dibuat tidak untuk menyinggung perasaan siapapun tapi hanya untuk memberikan motivasi hidup agar lebih bersyukur serta lebih semangat untuk belajar dalam hal apapun dengan tidak memandang gengsi”.
Sumber: Netizen.
Tag