Global7.id – Jepara,
Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di halaman SDN 6 Panggang, Jepara, pagi ini. Anak-anak datang mengenakan busana muslim putih, melantunkan doa dan Asmaul Husna bersama guru serta rekan-rekannya dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Rabu (22/10/2025).
Salah satu siswa yang mencuri perhatian adalah Muhammad Azam Orlando, putra dari Teguh Yulianto. Lahir pada 17 Mei 2014, Azam dikenal sebagai anak yang ceria, sopan, dan gemar belajar hal-hal baru.
“Hari ini anak-anak doa dan Asmaul Husna bareng, ngaji bareng, dan nyanyi Hari Santri bersama tim rebana sekolah,” ujar Teguh.
Santri Cilik yang Cerdas dan Aktif
Sejak kecil, Azam sudah menunjukkan ketertarikan kuat pada kegiatan keagamaan. Ia sudah bisa mengaji dan salat dengan lancar, kebiasaan yang ia pelajari sejak dulu ketika bersekolah di MI Swawal Timur bersama kakaknya, Muhammad Restu Pratama, yang lahir pada 30 Mei 2013.
Kini, Restu Pratama masih melanjutkan pendidikannya di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Swawal Timur. Sebagai kakak, Restu menjadi contoh bagi Azam dalam hal kedisiplinan, ibadah, dan semangat belajar.
“Mereka sering ngaji bareng di rumah. Kadang saling adu hafalan surat pendek, dan kalau sudah begitu, rumah terasa ramai tapi menyenangkan,” tutur Teguh sambil tersenyum.
Aktif Belajar, Rajin Bermain
Selain tekun beribadah, Azam juga dikenal aktif di sekolah. Ia lebih menyukai pelajaran yang memiliki unsur praktik langsung karena membuatnya mudah memahami pelajaran. Di luar jam sekolah, hobinya bermain sepak bola dan bersepeda menjadi kegiatan favorit yang menyeimbangkan antara belajar dan bermain.
“Kalau sudah main bola, susah disuruh berhenti. Tapi saya biarkan selama tidak lupa waktu, karena itu juga bagian dari tumbuhnya semangat dan tanggung jawab,” kata Teguh.
Makanan kesukaan Azam pun cukup sederhana yakni ayam kentucky. “Kalau lagi jajan di luar, itu yang selalu dia cari,” ujar Teguh sambil tertawa kecil.
Harapan di Hari Santri Nasional
Momentum Hari Santri Nasional bagi Teguh bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat akan pentingnya membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak, dan mencintai ilmu.
“Harapan saya, semoga Azam dan Restu menjadi anak yang lebih baik, tambah pintar, rajin salat dan ngaji, berbakti kepada orang tua, dan kelak berguna bagi lingkungan serta negara,” ucapnya penuh doa.
Santri Cilik, Harapan Bangsa
Dari Jepara, semangat Hari Santri Nasional hari ini seakan hadir dalam langkah-langkah kecil para santri muda seperti Muhammad Azam Orlando dan kakaknya Muhammad Restu Pratama.
Dua bersaudara ini mencerminkan semangat santri sejati untuk tekun belajar, rajin beribadah, dan tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat di bawah bimbingan orang tua yang penuh kasih.
Karena sejatinya, semangat santri bukan hanya milik mereka yang mondok, tapi milik setiap anak yang belajar meneladani kebaikan, disiplin, dan ketulusan dalam keseharian.
***
Reporter: Teguh Yulianto.
Tanggal: 22 Oktober 2025.











