Global7.id – Sampang,
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, video distribusi makanan untuk kelompok rentan di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang viral di media sosial dan memicu gelombang kritik tajam dari warga.
Dalam video yang beredar luas sejak Minggu (5/4/2026), paket MBG untuk kategori B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) tampak dibungkus menggunakan kertas minyak, dengan isi yang dinilai jauh dari standar gizi: nasi putih dan ikan tongkol.
Gelombang Kekecewaan Warga Meledak
Kondisi tersebut langsung memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan kualitas program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi kelompok rentan.
“Ini bergizi di mana? Kalau cuma nasi sama ikan tongkol, lebih baik tidak usah ada program seperti ini,” ujar seorang warga dalam video yang viral.
Keluhan serupa juga datang dari penerima lain yang membandingkan dengan daerah lain yang disebut mendapatkan menu lebih lengkap, seperti sayur, buah, dan susu.
Diduga Ada Masalah dalam Distribusi
Pihak penyedia MBG di wilayah Karang Penang akhirnya angkat bicara. Kepala SPPG setempat mengakui bahwa makanan dalam video memang berasal dari dapur mereka, namun menegaskan bahwa menu sebenarnya tidak seperti yang ditampilkan.
Menurutnya, paket resmi MBG seharusnya terdiri dari:
Nasi
Lauk protein
Sayur
Buah
Susu
dan dikemas menggunakan wadah standar (ompreng), bukan kertas minyak.
Pihaknya menduga terjadi perubahan atau pemindahan isi makanan sebelum sampai ke tangan penerima.
Rantai Distribusi Jadi Sorotan
Distribusi MBG di wilayah tersebut melibatkan kader Posyandu dan pengambilan di balai desa. Dalam praktiknya, sebagian penerima membawa wadah sendiri untuk membawa pulang makanan.
Namun di sinilah celah masalah muncul.
Bidan desa setempat mengaku belum menerima laporan resmi terkait pemindahan makanan ke kertas minyak. Ia menegaskan bahwa penggunaan wadah tidak standar bukan bagian dari kebijakan resmi.
“Kami sudah menghimbau agar menggunakan wadah yang aman dan sesuai standar pangan,” jelasnya.
Baca Juga: Viral! Siswa SMK Tolak Jatah MBG, Surati Prabowo Demi Kesejahteraan Guru
Ancaman Serius bagi Program Nasional
Kasus ini memperlihatkan potensi masalah serius dalam implementasi program MBG di lapangan. Bukan hanya soal kualitas makanan, tetapi juga pengawasan distribusi yang dinilai lemah.
Padahal, program MBG dirancang sebagai salah satu strategi pemerintah dalam:
Menekan angka stunting
Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
Menjamin akses gizi bagi kelompok rentan
Jika distribusi tidak terkontrol, tujuan besar tersebut bisa melenceng jauh dari harapan.
Dari Viral ke Evaluasi Nasional
Kasus di Sampang ini menambah daftar panjang polemik MBG di berbagai daerah. Sebelumnya, keluhan serupa juga muncul terkait makanan basi hingga menu yang tidak layak konsumsi.
Fenomena ini menunjukkan satu hal penting:
masalah utama bukan hanya pada anggaran, tetapi pada eksekusi di lapangan.
Jika tidak segera dibenahi, kepercayaan publik terhadap program strategis ini bisa terus terkikis.
Kasus viral MBG dibungkus kertas di Sampang bukan sekadar insiden kecil. Ini adalah alarm keras bagi sistem distribusi program nasional.
Dari dapur hingga ke tangan penerima, setiap rantai harus diawasi ketat. Karena ketika yang dipertaruhkan adalah gizi ibu dan anak, kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar.
G7/KMP










