Anggaran MBG Disorot Saat Harga Minyak Dunia Naik, Defisit APBN Mengintai

Pria mengambil makanan di kantin.
Lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran defisit APBN Indonesia dan anggaran program MBG.

Global7.id – Jakarta, 

Program MBG atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan di tengah kenaikan harga minyak dunia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan harga energi global memicu kekhawatiran terhadap kondisi defisit APBN Indonesia karena berpotensi meningkatkan beban belanja negara Jum’at (13/3/26).

 

Sejumlah ekonom menilai, jika harga minyak dunia terus bertahan pada level tinggi, maka defisit APBN Indonesia bisa mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terjadi karena kenaikan harga minyak akan mendorong peningkatan belanja negara, khususnya pada sektor subsidi energi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM).

 

Anggaran MBG Jadi Sorotan di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Dalam asumsi dasar penyusunan APBN, pemerintah menetapkan harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di kisaran US$70 per barel. Namun perkembangan terbaru menunjukkan harga minyak dunia bergerak lebih tinggi dari asumsi tersebut.

 

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh sejumlah faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga gangguan pasokan energi dari beberapa negara produsen minyak. Kondisi tersebut menyebabkan pasar energi internasional mengalami tekanan yang cukup besar.

 

Ketika harga minyak dunia naik, belanja negara juga ikut meningkat. Pemerintah harus menambah anggaran untuk subsidi energi serta berbagai kompensasi agar harga energi di dalam negeri tetap terkendali.

 

Program MBG dan Risiko Defisit APBN Indonesia

Dalam berbagai simulasi fiskal, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel dapat meningkatkan belanja negara hingga lebih dari Rp10 triliun. Sementara tambahan penerimaan negara dari sektor energi tidak selalu mampu menutup kenaikan belanja tersebut secara penuh.

 

Bacaan Lainnya

Akibatnya, selisih antara pendapatan negara dan belanja negara dapat semakin melebar sehingga berpotensi meningkatkan defisit APBN.

 

Sejumlah analis memperkirakan bahwa jika harga minyak dunia terus bertahan pada level tinggi, rasio defisit APBN Indonesia berpotensi mencapai sekitar 3,25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Angka tersebut menjadi perhatian karena pemerintah selama ini berupaya menjaga defisit APBN agar tetap berada pada batas yang aman guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

Selain tekanan dari kenaikan harga minyak dunia, perhatian juga tertuju pada sejumlah program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar.

 

Salah satunya adalah program MBG atau Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

 

Program MBG dirancang untuk memberikan makanan bergizi kepada jutaan pelajar di berbagai daerah. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

 

Namun di tengah tekanan fiskal akibat kenaikan harga energi global, sejumlah pengamat ekonomi mulai menyoroti bagaimana pemerintah akan menjaga keseimbangan antara belanja negara dan stabilitas APBN.

 

Baca Juga: Geger Menu MBG Berbelatung di Jepara, Tiga Dapur Program Makan Bergizi Gratis Ditutup Sementara

 

Program MBG membutuhkan anggaran yang cukup besar dalam pelaksanaannya. Karena itu, pengelolaan anggaran yang tepat menjadi kunci agar program tersebut tetap berjalan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap defisit APBN.

 

Para ekonom menilai pemerintah perlu terus melakukan penghitungan yang cermat terhadap prioritas belanja negara.

 

Jika tidak dilakukan pengelolaan fiskal yang hati-hati, maka kombinasi antara kenaikan harga minyak dunia dan peningkatan belanja program sosial dapat memperbesar defisit APBN.

 

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa stabilitas fiskal tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan keuangan negara.

 

Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN.

 

Langkah tersebut antara lain melalui efisiensi belanja negara, penguatan penerimaan pajak, serta penyesuaian terhadap sejumlah kebijakan anggaran apabila diperlukan.

 

Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan bahwa program-program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk program MBG, merupakan bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang.

 

Karena itu, keseimbangan antara menjaga stabilitas fiskal dan memastikan program sosial tetap berjalan akan menjadi tantangan penting bagi kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.

 

Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika ekonomi global, khususnya pergerakan harga minyak dunia, memiliki pengaruh besar terhadap kondisi keuangan negara.

 

Jika harga minyak dunia terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah kemungkinan harus mengambil berbagai langkah strategis untuk menjaga agar defisit APBN tetap berada dalam batas yang aman sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan secara efektif.

 

Situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN) dapat diakses melalui alamat bgn.go.id.

 

G7/UCP

 

Pos terkait