Masih Mau jadi Calo Ranjang Giok? Siapkan Mental Anda untuk Kecewa

Foto, tangkap layar dan kolase Ranjang Giok yang berada di museum Sri Baduga Bandung, yang di posting oleh Fauziah Dayu, (19/6/2019) silam.

Global7.id – Edukasi Sosial,

Ranjang giok kini makin populer meskipun susah diketahui keberadaannya. Banyak yang mengatakan, bahwa Ranjang Giok itu ada di Museum Sri Baduga Bandung, Jawa Barat. Ada juga yang mengatakan ada di Surabaya, Jawa Timur dan bahkan ada yang mengatakan ada di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.

 


Hal itu yang membuat para perantara atau yang biasa disebut calo, serasa dibingungkan. Belum lagi, soal kelengkapan dokumen Ranjang Giok tersebut yang dibilang banyak yang zonk alias tidak jelas legalitasnya.

 


Nah, jika Anda ingin tetap berusaha menyatukan dua pihak yang saling meminta persyaratan akan tujuan untuk pertemuan, maka hindarilah hal-hal yang bersifat mustahil.

 



Salah satu seorang perantara yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, “Urusan bisnis barang antik seperti ini memang sangat susah sekali untuk dijalani, ” ujarnya, Jum’at (25/8/2023).


 

Ia menambahkan, “Diawal komunikasi aja sudah sangat ribet, yang penjual minta transaksi hanya sekali, lalu yang merasa bawa pembeli minta transaksi jual beli proses 2x, yaitu pertemuan untuk tes keaslian Ranjang Giok tersebut dan cek surat-surat lengkap dari barang tersebut, dan hari kedua untuk transaksi penawaran harga Ranjang Giok tersebut, ” imbuhnya.


 

Nah, yang sering terjadi, jika si perantara dari si pembeli setelah tau lokasi dari alamat barang tersebut, banyak kemungkinan untuk datang sendiri di lain waktu dengan alasan si calon pembeli ada halangan untuk transaksi yang kedua. Bisa juga dengan alasan, surat-surat belum lengkap dengan dalih, “Ini kan barang dengan harga miliaran, jadi harus teliti dan hati-hati soal surat-surat kepemilikan”.

 

Bacaan Lainnya



Kemudian, banyak kecurangan lain yang kerap terjadi sebelum transaksi jual beli barang antik tersebut. Meskipun dari pihak calon pembeli akan membawa pihak yang berwajib untuk hal keamanan, namun, hal tersebut juga sering terjadi hanya sebagai bualan belaka, dengan tujuan untuk mendapatkan informasi kontak dari si penjual, karena dalam bisnis barang antik yang bernilai miliaran itu informasi soal kontak dan keberadaan barang antik tersebut sangatlah mahal.

 


Selain itu, banyak kejadian serupa dengan banyak cara atau trik memangkas informasi yang valid untuk mendapatkan kontak ataupun lokasi barang antik yang dijual tersebut. Hal itu juga tidak dipikirkan oleh si penjual, meskipun tau kalau di perantara atau calo yang nakal telah menyerobot lahan informasi dari perantara yang lainnya. Karena, si penjual hanya memikirkan supaya barangnya cepat laku.


 

Sumber: Berbagai Sumber.


 


 

 

Tag

Pos terkait