Maraknya Permintaan Pertemanan di Medsos, Detektif Jubun Ingatkan untuk Waspada Modus Penipuan

Foto, detektif Jubun (istimewa).

Global7.id – Edukasi Sosial,

Maraknya di kalangan pengguna media sosial permintaan pertemanan dari akun yang tidak kita kenal. Dengan menampilkan foto profil dan data diri yang menarik, membuat banyak pengguna media sosial menerima pertemanan yang ternyata memiliki maksud lain yang merugikan orang itu sendiri.


 

Permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal di media sosial sering kali bisa menimbulkan kecurigaan. Banyak orang yang menggunakan akun palsu atau anonim untuk berbagai tujuan.


 

Hal itu juga yang dialami oleh Jubun, seorang detektif swasta Indonesia yang pernah mengalami hal serupa, termasuk dari para klien yang menyewa jasanya.


 

Saat dihubungi lewat telepon, Jubun mengungkapkan ada beberapa permintaan pertemanan dari akun dengan foto profil perempuan cantik yang tidak ia kenal sebelumnya.


 

“Awalnya saya sempat heran dan juga penasaran ada banyak Akun cewek-cewek cantik mengajak saya kenalan di media sosial saya. Bukan hanya mengajukan permintaan pertemanan namun mereka juga menyapa saya melalui Kotak Masuk media sosial saya,” kata Jubun, Sabtu (26/10/2024).

 


“Saya merasa aneh. Itu cewek cantik kok mau ajak kenalan?”, pikirnya.


 

Jubun yang seorang detektif pun merasa curiga. Ia pun meneliti dengan seksama akun tersebut dan menemukan beberapa keanehan. Sehingga ia pun mendata apa saja modus yang dilakukan pelaku sebelum berkenalan.


 

Bacaan Lainnya

1. Mereka juga mengikuti lingkup teman dekat akun yang menjadi target

Salah satu modusnya untuk membuat target lengah adalah menjadi followers dari circle pertemanan target.


 

“Mereka juga berteman dengan teman saya namun tidak beraturan circle-nya (lingkarannya). Berteman dengan teman sekolah saya sebagian, trus berteman juga dengan beberapa partner bisnis saya, dan kemudian berteman dengan saudara saya. Jadi circle pertemanannya loncat-loncat tidak beraturan,” kata Jubun.


 

2. Unggahan foto Cantik Sendirian

Sering memposting foto-foto cantik sendirian atau bersama teman atau sedang minum segelas anggur, anehnya sama sekali tidak ada temannya yang komen. Juga tidak ada penyebutan.


 

“Saya pun menyadari bahwa akun tersebut adalah akun palsu yaitu dibuat dengan identitas palsu, ” Tuturnya.


 

Tujuan Utama 

Lalu, apa tujuannya akun-akun tersebut mengajak berteman? Berdasarkan pengalaman Jubun, tujuannya sangat beragam.


 

1. Mengajak investasi, berbisnis, dan memberikan pekerjaan

Banyak dari mereka, menurut Jubun iseng mengajak investasi, berbisnis atau memberikan pekerjaan. Misalnya disuruh mengerjakan tugas view & like youtube dengan iming-iming akan mendapatkan uang. Awalnya memang uang diberikan sedikit.


 

“Selanjutnya kita akan disuruh membayar sejumlah uang untuk mendapatkan pekerjaan. Akhirnya uang pun raib,” kata Jubun.


 

2. Love Scamming

Tujuan lain adalah Love Scamming, penipuan dengan modus cinta dan romantisme. Kata-kata indah pun mendorong korban untuk mempercayakan apapun yang ia miliki kepada sang kekasih.


 

Sang korban pun menjadi budak cinta, atau bucin, istilah masa kininya.


 

Kata-kata cinta yang membuai menjadi cara pelaku memikat korban. Setelah korban terpikat, pelaku mengatakan membutuhkan uang untuk beragam alasan, misalnya beli tiket kendaraan, sekolah, bisnis, dan lain sebagainya. Korban terjebak dan memenuhi permintaan tersebut. Begitu mendapatkan uangnya, pelaku menghilang.


 

Banyak klien Detektif Jubun yang juga kerap mendapatkan kasus seperti ini.


 

3. Video sex cam dengan tujuan pemerasan

Kalau sudah bucin, tak jarang beberapa pelaku akan melangkah lebih jauh. Yaitu menawarkan video sex yang tujuannya untuk menjebak target.


 

“Seringkali berakhir dengan pemerasan. Jika tidak mau memberi uang maka aib tersebut akan disebarluaskan,” kata Jubun.


 

4. Meminta Quota internet, meminta sejumlah uang

Tujuan lain, para pelaku scam ini memperdaya target dengan meminta quota internet, pulsa, atau bahkan meminta uang secara langsung.


 

Dengan maraknya kasus seperti itu, para pengguna media sosial perlu ekstra waspada dan paham dengan modus-modus seperti ini. Detektif Jubun memberikan pesan ringan agar pengguna media sosial tidak gampang terjebak.


 

“Sebaiknya di check terlebih dahulu apakah Akun tersebut asli atau palsu. Kalau akun asli tentu saja dari setiap postingannya akan ada komentar ada feedback dari teman-temannya. Jika diperhatikan lebih teliti bisa ketahuan itu akun asli atau akun palsu,” pungkasnya.***

 

Sumber: JB.

Pos terkait