Global7.id – Malang,
Kisah pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang wanita berinisial IA (28), warga Blimbing, Kota Malang. Ia mengaku mengalami syok berat setelah mengetahui fakta mengejutkan di malam pertama: sosok yang dinikahinya ternyata seorang perempuan yang menyamar sebagai laki-laki.
Peristiwa ini bermula dari perkenalan IA dengan seseorang yang mengaku bernama “Rey”. Selama menjalin hubungan, pelaku berhasil meyakinkan korban dengan identitas palsu sebagai pria tulus yang ingin membangun rumah tangga. Hingga akhirnya, keduanya memutuskan menikah secara siri.
Namun, kebohongan tersebut runtuh hanya dalam hitungan jam setelah pernikahan berlangsung.
“Saya kaget saat malam pertama, ternyata dia perempuan. Saya langsung nangis karena merasa dibohongi,” ungkap IA saat ditemui di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4/2026).
Modus Rapi, Korban Tak Curiga
Menurut pengakuan korban, pelaku selama ini tampil dan berperilaku layaknya pria pada umumnya, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Bahkan, pelaku disebut sangat meyakinkan dalam membangun kepercayaan korban.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena diduga melibatkan pemalsuan identitas serta penipuan dalam hubungan pernikahan.
Dibawa ke Jalur Hukum
Merasa tertipu dan mengalami tekanan psikologis, IA akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan didampingi keluarga dan kuasa hukum.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam tahap penyelidikan.
“Benar laporan sudah kami terima. Saat ini sedang kami dalami untuk memastikan unsur pidana yang ada,” jelasnya.
Dugaan Pelanggaran Hukum
Kasus ini berpotensi mengarah pada beberapa dugaan pelanggaran, di antaranya:
Pemalsuan identitas
Penipuan dalam hubungan pribadi
Dugaan manipulasi untuk tujuan pernikahan
Pihak kepolisian kini tengah mengumpulkan bukti serta keterangan saksi guna memperkuat proses hukum.
Viral & Picu Perbincangan Publik
Kisah ini langsung viral dan memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak netizen menyoroti pentingnya transparansi identitas dalam hubungan serius, terutama sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kepercayaan dalam hubungan harus dibangun dengan kejujuran. Tanpa itu, bukan hanya hati yang terluka, tetapi juga bisa berujung pada proses hukum yang panjang.
G7/KMP










