Global7.id – Nasional,
Peristiwa tak biasa terjadi di Luwu Timur dan langsung viral di media sosial. Seorang mahasiswi berinisial SF (20) mendadak melahirkan di dalam mobil travel saat perjalanan mudik, memicu kehebohan publik sekaligus perdebatan luas.
Kejadian ini berlangsung saat SF dalam perjalanan dari Palopo menuju Tojo Una-Una. Di tengah perjalanan, tepatnya sekitar pukul 15.30 WITA, SF tiba-tiba mengeluhkan sakit perut hebat dan meminta sopir menghentikan kendaraan.
Mobil travel kemudian berhenti di sebuah warung yang dikenal sebagai Warung Putri. Namun situasi dengan cepat berubah dramatis.
Kapolsek Mangkutana, Muhammad Junus, mengungkapkan bahwa persalinan terjadi secara mendadak di dalam mobil.
“SF tiba-tiba merasakan sakit pada bagian perut dan meminta sopir berhenti. Tidak lama kemudian, pemilik warung melihat SF sudah dalam posisi jongkok di dalam mobil dan telah melahirkan bayi,” jelasnya, Rabu (18/3/2026).
Pemilik warung bersama warga sekitar langsung memberikan pertolongan darurat. Bayi yang dilahirkan diketahui dalam kondisi sehat dengan berat 2,5 kilogram dan panjang 46 sentimeter.
Namun, yang membuat publik semakin geger adalah pengakuan SF. Ia mengaku tidak mengetahui dirinya sedang hamil.
“Saya tidak tahu kalau sedang hamil. Tiba-tiba saja perut terasa sangat sakit,” ujar SF di hadapan warga yang menolongnya.
Pernyataan ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial. Banyak warganet meragukan pengakuan tersebut, mengingat masa kehamilan normal berlangsung sekitar sembilan bulan.
Di sisi lain, pihak kepolisian mengungkap fakta lain. SF diketahui hamil dari hubungan dengan kekasihnya berinisial RR (19), yang berasal dari Palopo.
Baca Juga: Kericuhan Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjabtim Viral, Video Ricuh Gegerkan Publik
Meski begitu, sebagian warganet mencoba memberikan perspektif berbeda dengan mengaitkan kejadian ini dengan kondisi medis langka bernama Cryptic Pregnancy.
Fenomena ini memungkinkan seorang perempuan tidak menyadari dirinya hamil hingga usia kandungan sudah sangat tua, bahkan hingga menjelang persalinan. Kondisi ini bisa terjadi karena gejala kehamilan yang minim, perut tidak terlalu membesar, hingga siklus haid yang tidak teratur.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena bukan hanya mengejutkan, tetapi juga membuka diskusi penting tentang kesehatan reproduksi dan kesadaran terhadap perubahan tubuh.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 ini kini menjadi salah satu topik paling ramai diperbincangkan di media sosial. Selain faktor dramatisnya, kisah ini juga mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan, terutama bagi kalangan muda, agar kejadian serupa tidak terulang tanpa kesiapan.
G7/KMP










