Global7.id – Jepara,
Dari hasil survei angkatan kerja (Sukernas) tahun 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran dari lulusan SMA/SMK di kabupaten Jepara mencapai 14.463 orang atau 63,74 persen dari total pengangguran di Jepara.
Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara saat membuka pelatihan vokasi dan kewirausahaan di SMK 2 Jepara, Selasa (15/10/2024).
Menurutnya, masalah pengangguran menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Untuk itu Pemkab berupaya membuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
”Kami dukung pendidikan vokasi, kemudian memacu UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” ujar PJ Bupati.
Edy Supriyanta juga menyoroti jumlah pengangguran dari angkatan kerja lulusan SMK. Dari total 51.317 angkatan kerja, masih ada 5.025 yang menganggur. Artinya, hanya 90,21 persen angkatan kerja lulusan pendidikan vokasi yang bisa bekerja.
Ia menambahkan, ”Meskipun ini persentasenya adalah yang terkecil dibanding lulusan kelompok pendidikan lain. Namun, masih perlu kita perhatikan betul,” imbuhnya.
Menurut Edy, masalah pengangguran ini juga menjadi tantangan besar bagi SMK. Oleh karena itu, SMK perlu melakukan penelitian untuk melacak dan mengevaluasi karier alumni, penguatan konektivitas pendidikan vokasi dengan pasar kerja, serta link and match pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri.
”Kesempatan ini perlu digunakan untuk membangun kolaborasi antara dunia pendidikan kejuruan dan industri. Kolaborasi adalah kunci penting untuk meningkatkan penyerapan lulusan ke dunia kerja,” ungkapnya.
Ia juga mendorong SMK untuk menyelenggaran bursa kerja khusus (BKK) yang kuat dan meyakini semakin banyak lulusan SMK siap masuk dunia kerja, dengan berbekal keterampilan dan jaringan yang kuat.
”Penguatan bursa kerja khusus juga penting untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda, yang mampu membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya.***
Sumber: SM.










