Global7.id – Kudus,
Longsor jembatan Colo Kudus terjadi di jalur wisata Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat malam (9/1/2026). Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Muria sejak sore menyebabkan struktur tanah labil hingga jembatan ambrol dan menyeret dua kendaraan ke dalam jurang.
Peristiwa menegangkan ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat intensitas hujan mencapai puncaknya. Tanah di sekitar jembatan tak lagi mampu menahan tekanan air, hingga akhirnya runtuh secara tiba-tiba.
Menurut Kapolsek Dawe AKP Budianto, longsor dipicu oleh hujan lebat berkepanjangan yang membuat struktur tanah menjadi labil.
“Air hujan menggerus tanah penyangga jembatan. Saat kejadian, dua kendaraan sedang terparkir di atas jembatan dan ikut terbawa longsoran,” jelasnya.
Dua Kendaraan Jadi Korban
Dua kendaraan yang masuk ke dasar longsoran masing-masing:
Suzuki Ertiga
Truk tangki Isuzu Elf
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Para pengemudi hanya mengalami luka ringan dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di tengah kondisi hujan dan medan gelap.
Kapolres & Bupati Turun Langsung
Mendapat laporan cepat dari lapangan, Heru Dwi Purnomo bersama Sam’ani Intakoris langsung meninjau lokasi longsor.
Kapolres menegaskan, fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan kelancaran evakuasi.
“Personel kami siagakan penuh untuk pengamanan lokasi dan pengaturan lalu lintas agar proses evakuasi berjalan aman,” tegasnya.
Warga Diminta Menjauh
Petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan instansi terkait masih melakukan pengangkatan bangkai kendaraan menggunakan alat berat. Namun, kondisi tanah di sekitar jembatan dinyatakan masih sangat rawan.
Kapolres mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati lokasi longsor, mengingat potensi longsor susulan masih tinggi.
Akses Wisata Colo Ditutup Sementara
Hingga Jumat malam, akses jalan di sekitar jembatan ditutup dan dijaga ketat. Pemerintah Kabupaten Kudus tengah menyiapkan langkah darurat serta perencanaan perbaikan agar jalur utama menuju kawasan wisata Colo bisa segera dipulihkan.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat di wilayah lereng Gunung Muria untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
G7/OBENG










