Banjir Bandang dan Longsor Besar Terjang Tempur Jepara, Akses Lumpuh Total, Warga Siaga 1

Foto, ilustrasi Banjir Bandang dan Longsor Besar Terjang Tempur Jepara, Akses Lumpuh Total, Warga Siaga 1

Global7.id – Jepara, 

Bencana alam besar melanda wilayah Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jumat malam hingga Sabtu dini hari (10/1/2026). Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang disertai longsor masif, menyebabkan akses jalan utama terputus total dan aktivitas warga lumpuh.

 

Sungai Meluap, Jembatan Tak Bisa Dilalui

Berdasarkan laporan warga hingga pukul 23.30 WIB, air sungai meluap hingga melewati beberapa jembatan. Jalur vital Damarwulan–Tempur, Tempur–Duplak, serta akses alternatif Tempur–Medani tidak dapat dilalui sama sekali. Kondisi ini membuat Desa Tempur nyaris terisolasi dari wilayah luar.

 

Puluhan Titik Longsor, Sungai Berpindah Alur

Bencana longsor terjadi di puluhan titik, di antaranya wilayah Dieng, Kali Bayi, Pule, sekitar Jembatan Warna-Warni, hingga pertigaan dekat gapura “Selamat Datang” yang dilaporkan hilang tergerus arus sungai. Longsor besar juga menutup jembatan di samping rumah warga, bahkan menyebabkan aliran sungai berpindah ke halaman rumah dan menggerus pemukiman.

 

Kerusakan Parah, Usaha Warga Hanyut

Dampak kerusakan tergolong berat. Di Dukuh Kemiren, sebuah rumah penggilingan kopi dilaporkan hanyut bersama isinya, termasuk sekitar 5 ton kopi dan mesin selep. Selain itu, kandang kambing beserta ternaknya ikut terseret arus, sebuah rumah roboh tertimpa pohon, serta beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan akibat longsor.

 

Evakuasi Terkendala, Kendaraan Terjebak

Upaya evakuasi menghadapi kendala serius. Material longsor yang besar membutuhkan alat berat, sementara sejumlah kendaraan dilaporkan terjebak di jalur pegunungan, termasuk mobil siaga yang membawa pasien. Relawan mulai bergerak sejak pukul 18.30 WIB, namun evakuasi baru bisa dilakukan secara terbatas hingga 21.30 WIB.

 

Bacaan Lainnya

Listrik Padam, Komunikasi Terputus

Sejak sore hari, wilayah Tempur mengalami pemadaman listrik total akibat robohnya beberapa tiang listrik. Dampaknya, jaringan internet dan komunikasi ikut terputus, menyulitkan koordinasi penanganan darurat.

 

Penanganan Darurat Dimulai

Pemerintah daerah bersama unsur gabungan menetapkan status Siaga 1. Penanganan darurat dijadwalkan dimulai Sabtu pagi pukul 07.00 WIB, dengan fokus pembersihan material longsor menggunakan alat berat, pembukaan akses jalan, serta percepatan evakuasi warga terdampak. Dapur umum BPBD telah disiapkan, dan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, serta PLN Area Bangsri diterjunkan untuk memulihkan kondisi, termasuk mengupayakan aliran listrik kembali menyala.

 

Imbauan: Warga diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca masih fluktuatif. Pemerintah memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan di lapangan.

 

G7/BPBD

Pos terkait