Kos-kosan di Wilayah Kalinyamatan Jepara Diduga untuk Ajang Negatif

Foto, kos-kosan yang dikutip dari berbagai sumber terpercaya.

Global7.id – Jepara,

Kos-kosan diketahui merupakan salah satu tempat penyedia jasa penginapan atau tempat tinggal sementara yang memiliki beberapa fasilitas yang tersedia, dan juga mempunyai harga yang telah ditentukan oleh pemilik kos, sedangkan lama waktu penyewaan ditentukan sendiri oleh penyewa kamar.


 

Dari informasi yang diterima awak media, salah seorang perempuan warga Jepara yang berinisial (NN) melaporkan kejadian yang dialaminya atas retaknya hubungan dengan suaminya lantaran sering kepergok sedang berduaan dengan wanita lain di kos-kosan wilayah Desa Margoyoso (perbatasan Desa Krasak), kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.


(NN), menyebutkan bahwa kos-kosan yang diberi nama (Kos-kosan VN, red) itu sangat bebas dengan penghuni kamar campur antara perempuan dan laki-laki. Bahkan diduga kos-kosan yang disebutkan sering ada transaksi open BO hingga transaksi jual diri melalui aplikasi di media sosial.

 


“Namanya kos-kosan (VN, red) di daerah Purwogondo tepatnya di belakang VN textile yang ada banyak kamar disitu. Cewek cowok campur ada yang kerja di salah satu pabrik dan pabrik sepatu di Kalimantan, ” ujarnya, Sabtu (7/9/2026).


 

Ia menambahkan, “Kos-kosan itu ramai di jam sore sampai malam. Apalagi malam jumat dan malam minggu banyak muda mudi keluar masuk kos-kosan itu. Soal sudah ijin usaha ke RT ataupun ke tempat lainnya Saya kurang tau. Yang jelas kos tersebut sering di buat jual diri di aplikasi ijo (mi chat), ” imbuhnya.

 


Selain itu, ia menuturkan bahwa kos-kosan itu disewakan perjam dan sering keluar masuk anak-anak muda yang datang dan pergi dengan membawa pasangan dan banyak laki-laki datang kesana bergantian.

 


“Pernah di datangi wanita dengan membawa 2 anak masih kecil mencari suaminya di kos tersebut. Dan memang benar, suami wanita ini adalah korban perselingkuhan yang tinggal di kos tersebut. Tapi keduanya di sembunyikan oleh pemilik kos, ” terangnya.


 

“Sudah pernah di laporkan 2x tapi tidak ada respon dari Polsek. Tepatnya 5 bulan yang lalu. Pokoknya ramai laki-laki datang pergi berganti ganti di jam sore hingga malam, ” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

 

“Mohon segera di tindak lanjuti, karena sudah meresahkan warga. Kos-kosan di buat ajang tempat jual diri, ” pungkas NN.***

Sumber: NN.

Pos terkait