Global7.id – Jepara,
Sebanyak 198 tokoh dari berbagai unsur hadir dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar di Balai Desa Sekuro untuk membentuk Koperasi Merah Putih. Hadir dalam forum penting ini antara lain Danramil, Kapolsek, Petinggi Desa, seluruh jajaran BPD, unsur RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perwakilan pemuda, Sekuro, Jepara, (15/5/2025).
Musdessus ini merupakan bagian dari langkah nyata Desa Sekuro dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi menjadi ujung tombak kesejahteraan rakyat.
Petinggi Desa Sekuro, Ali Shochib, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal. “Koperasi harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan mengelola bidang usaha yang relevan. Harus dikelola oleh orang-orang yang benar-benar bisa bekerja dan memiliki komitmen,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Mlonggo yang turut hadir dalam acara memberikan pengarahan agar proses pemilihan pengurus koperasi tetap berpegang pada regulasi yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa pengurus tidak boleh berasal dari perangkat desa, anggota BPD, serta tidak boleh memiliki hubungan kekerabatan atau jabatan rangkap.
Setelah melalui proses musyawarah mufakat, ditetapkan susunan kepengurusan Koperasi Merah Putih Desa Sekuro sebagai berikut:
Dewan Pendiri:
1. Gunawan Amrulah, S.Pd., M.Pd.
2. Achmad Nur Afandi, S.Pd.
3. Subabdriyo, S.Pd.
4. Harmanto, S.Pd., M.Pd.
5. Wawan Wahyudi
6. Sunarto
7. Adi Purwono, S.Pd.
8. Ali Achwan, S.T., M.H.
9. Fatchur Sugiatmoko, S.Pd.
Dewan Pengawas:
1. Ali Shochib, S.Pd.
2. Bambang Budiarto, S.Pd.
3. Sri Kusmiyatun, S.Pd.
Dewan Pengurus:
• Ketua: Maftuchin, S.Pd.
• Wakil Ketua Bidang Usaha: Fatchun Najar, S.Ag.
• Wakil Ketua Bidang Anggota: Achmad Halimi, S.Ag.
• Sekretaris: Deni Purdana, S.E.
• Bendahara: Rahayu Mahardika
Dengan terbentuknya koperasi ini, masyarakat Desa Sekuro menaruh harapan besar agar lembaga ini menjadi motor penggerak ekonomi desa yang kuat dan mandiri. Koperasi Merah Putih diharapkan mampu mewujudkan cita-cita ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.***
Sumber: G7/AA.










