Global7.id – Jepara,
Tiga Desa di Kabupaten Jepara, meliputi Desa Sumberejo dan Clering di Kecamatan Donorojo, dan Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit.
Mulai kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih, menyusul debit air sumur di daerah setempat yang bertepatan dengan musim kemarau 2022 seperti sekarang ini mulai berkurang debit airnya di daerah tersebut.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sudah ada tiga desa mulai terdampak kekeringan.Yaitu Desa Sumberejo, Desa Clering dan Desa Raguklampitan. Desa itu mengajukan dropping air.
Semoga tahun ini tidak banyak,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.
Selama tahun 2021 lalu, dropping air yang dilaksanakan oleh BPBD Jepara berlangsung di empat desa. Meliputi Desa Klepu Kecamatan Keling; Desa Sumberejo dan Clering Kecamatan Donorojo; dan Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa.

Dari ke empat desa tersebut ada sekitar 13 RT dan di dalamnya terdapat 1.395 jiwa yang terdampak kekeringan. Desa-desa tersebut mulai dilaksanakan dropping air bersih sejak Agustus 2021. Penyaluran terakhir dilaksanakan dengan tujuan Desa Clering dan Sumberejo di Kecamatan Donorojo.
Saat itu, dua desa tersebut masih mengalami kesulitan air hingga akhir November. Padahal saat itu sebagian besar wilayah Jepara mulai masuk musim penghujan. Terhitung sejak saat itu hingga terakhir kali dilaksanakan dropping sudah ada 940 ribu liter air bersih yang disalurkan.
Tahun ini BPBD menggelontorkan biaya sebesar Rp 35 juta untuk mengantisipasi dampak kekeringan di Jepara. ” Senin (8/8) mulai pelaksanaan dropping air. Sambil menunggu kesiapan masyarakat menyiapkan alat tampung. Estimasi satu tangki tiap desa. Menyesuaikan situasi di lapangan,” papar Arwin.***
Sumber: Bppd Jepara
(Setiyadi Global7.id)










