Global7.id – Jepara,
Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Manuan Jepara pada Kamis (15/1/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB dan menggegerkan warga Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara.
Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kuwasen, Aiptu Didik Joko Sutanto, setelah menerima informasi dari warga. Lokasi kejadian berada di Sungai Manuan, turut Desa Kuwasen RT 10 RW 03, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tengkurap, tubuh terbujur kaku, dan hanya mengenakan celana dalam. Jenazah tersangkut di batang kayu di aliran sungai yang mengalir dari arah Desa Bulungan (Kecamatan Pakis Aji) menuju Muara Sikembu, Jepara. Kedalaman sungai di lokasi penemuan diperkirakan mencapai sekitar tiga meter.
Saat ditemukan, kondisi air sungai diketahui mengalir deras akibat curah hujan lebat yang terjadi sebelumnya.
Korban diketahui bernama Ali Mukayat (70), warga Desa Kuwasen RT 12 RW 04, Kecamatan Jepara. Korban lahir di Jepara pada 5 Januari 1956, beragama Islam, dan berprofesi sebagai pekerja swasta.
Kronologi kejadian bermula ketika seorang saksi yang sedang beristirahat di sebuah brak meubel melihat ke arah sungai di sebelah barat lokasi kerjanya dan mendapati sesosok tubuh manusia dalam kondisi tengkurap di aliran sungai. Saksi kemudian memanggil rekan kerjanya dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian serta perangkat Desa Kuwasen.
Kapolsek Jepara, AKP R. Aries Sulistiyono, SH, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi maupun keluarga, peristiwa tersebut diduga kuat merupakan musibah.
Dari hasil cek TKP, keterangan saksi, serta pengakuan pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diketahui sudah lama mengalami pikun dan memiliki kebiasaan mandi di sungai. Peristiwa ini kami simpulkan sementara sebagai musibah,” jelas AKP R. Aries Sulistiyono, SH.
Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan bahwa pihak keluarga korban secara resmi menolak dilakukan autopsi dan telah membuat Berita Acara Penolakan Autopsi serta Penyerahan Jenazah.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi. Semua prosedur administrasi telah kami lakukan sesuai ketentuan,” imbuhnya.
AKP R. Aries Sulistiyono, SH juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama yang memiliki kondisi pikun atau keterbatasan fisik.
Kami mengimbau keluarga untuk lebih waspada dan melakukan pengawasan ekstra, khususnya terhadap lansia, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
G7/AR










