Global7.id – Religi,
Doa Isra Miraj 27 Rajab menjadi amalan yang banyak dicari umat Islam menjelang peringatan Isra’ Mi’raj 2026 yang jatuh pada Jumat malam Sabtu. Malam 27 Rajab diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memohon hajat kepada Allah SWT.
Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam. Pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu. Peristiwa ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kedudukan shalat sebagai tiang agama.
Meski para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait waktu terjadinya Isra’ Mi’raj apakah di bulan Rajab, Rabiul Awal, atau Rabiul Akhir mayoritas ulama klasik sepakat peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, tepatnya pada tahun ke-10 setelah kenabian (Nubuwah).
Doa Malam 27 Rajab yang Dianjurkan Ulama
Dalam literatur klasik Islam, terdapat doa khusus yang dianjurkan dibaca pada malam 27 Rajab. Doa ini disebutkan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dan kerap diamalkan oleh kaum salaf.
Bacaan Doa:
Arab:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Latin:
Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.
Artinya:
“Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat yang Engkau khususkan kepada pemimpin para rasul pada malam 27 Rajab, aku memohon agar Engkau merahmati hatiku yang sedih dan mengabulkan doa-doaku, wahai Dzat Yang Maha Mulia.”
Keutamaan Membaca Doa Malam Isra’ Mi’raj
Ulama besar mazhab Syafi’i, Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i (wafat 893 H), dalam kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz menjelaskan, siapa pun yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab lalu menyebutkan hajat-hajatnya kepada Allah SWT, maka:
Diberi kelapangan urusan,
Dikabulkan hajatnya,
Dan dihidupkan kembali hatinya ketika hati manusia banyak yang lalai.
Tata Cara Amalan Malam 27 Rajab
Agar doa dibaca dengan sempurna, berikut amalan yang dianjurkan:
Shalat Sunnah Dua Rakaat
Dilaksanakan seperti shalat sunnah biasa. Setiap rakaat membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan surat Al-Ikhlas.
Membaca Shalawat Nabi
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 10 kali.
Membaca Doa Malam 27 Rajab
Setelah itu, sebutkan seluruh hajat dan permohonan kepada Allah SWT dengan penuh khusyuk.
Mengacu pada sumber-sumber keislaman, termasuk NU Online, malam 27 Rajab diyakini sebagai salah satu waktu mustajab, saat pintu rahmat Allah SWT terbuka luas bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh berdoa.
Momentum Isra’ Mi’raj ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali menguatkan spiritualitas, memperbaiki shalat, serta memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa demi meraih keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
G7/NU ONLINE










