Global7.id – Jepara,
Dua kakak beradik warga asal Indramayu, Jawa Barat, diduga menjadi korban pembunuhan di perairan di wilayah Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Jasad keduanya dibuang di laut dan hingga kini belum ditemukan alias masih dalam pencarian.
Kakak beradik tersebut diketahui bernama Anton sebagai nahkoda kapal dan Kunedi kepala kamar mesin (KKM). Keduanya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Vizz Jaya 2.
Kerabat korban, Diyana, mengatakan, peristiwa ini terjadi Rabu (26/3/2025) lalu. Sebelum mengetahui kasus ini, pihak keluarga korban sempat melaporkan dua kerabatnya itu hilang ke pihak pemilik kapal dan Polda Jateng pada Rabu (23/4/2025.
“Iya, kami sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jateng pada Rabu, 23 April 2025, kami harap para pelaku segera diadili,” ungkapnya, Rabu (30/4/2025).
Dia mengaku, pemberitahuan kepada pihak pemilik kapal, selang dua hari setelah pelaporan ke Polda Jateng. Pihak keluarga juga mendapat informasi dari pemilik kapal yang mengabarkan kapal tersebut terdampar di kepulauan Karimunjawa.
“Keluarga juga ikut melakukan pencarian ke sana (Karimunjawa),” terangnya.
Kabar terbaru, pihak keluarga mendapat kabar dari pihak kepolisian bawah kasus ini telah terungkap. Ada sebanyak 10 orang yang diduga terlibat dalam dugaan pembunuhan tersebut telah diamankan kepolisian.
Pengakuan dari 10 awak kapal (pelaku) yang ditangkap mereka ada adu mulut, cekcok. Lalu ada pemukulan hingga mayatnya (dua korban) dibuang ke laut,” jelasnya.
Daryanti, istri korban Anton mengaku, sempat berkomunikasi dengan suaminya pada 23 Maret 2025. Namun, sang suami tidak menceritakan terkait pekerjaan dan adanya permasalahan sebelum kejadian.
“Almarhum hanya menanyakan kabar saya dan anak. Semoga para pelaku segera dihukum,” harapnya.
“Kami bersedih atas kabar hilangnya almarhum, korban adalah tulang punggung keluarga,” katanya.
Informasi yang diperoleh, kasus ini terjadi bermula saat dua korban dan para ABK lainnya dalam satu kapal ini dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, pada Kamis, 27 Februari 2025.
Mereka Kemudian melakukan penangkapan cumi di wilayah perairan Kalimatan. Setelah itu, melakukan pelayaran selama kurang lebih satu bulan, hingga mulai muncul konflik antara korban dengan para ABK, dan diduga dipicu persoalan hasil tangkap cumi.
Hingga kemudian berujung dugaan pembunuhan pada Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 23.00. Setelah melakukan pembunuhan, para pelaku berusaha melarikan diri.
Namun, karena tidak memiliki kemampuan navigasi kapal, akhirnya mereka terdampar di Kepulauan Karimunjawa.
Pihak kepolisian yang awalnya mendapat informasi dari keluarga korban adanya orang hilang, sempat mendatangi kapal terdampar tersebut.
Bahkan, kepolisian bersama petugas pangkalan angkatan laut (Lanal) sempat memeriksa ke atas kapal. Di atas kapal, petugas hanya menemukan 10 orang. Padahal di surat persetujuan berlayar tercantum 12 orang.
Dari sini muncul kecurigaan polisi, dan akhirnya dilakukan pemeriksaan dan serangkaian penyelidikan. Hingga kemudian, 10 orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Informasi yang diperoleh, 10 orang yang diamankan berinisial IF, 35tahun MIH, 19tahun; RAS, 23tahun; H, 23tahun; YDM, 29tajun, dan FP, 35tahun.
Mereka diduga sebagai pelaku utama.
Kemudian empat pelaku lainnya yang berperan membantu, yakni AW, 22tahun ; MRF, 26tahun; AS, 51tahun, dan MF, 21tahun.
Kepala Sub Direktorat Pembinaan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditpolairud Polda Jateng AKBP Daryanto membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya mengaku telah mengamankan 10 terduga pelaku.
“Ya, benar ada kejadian tersebut, para tersangka sudah ditangkap,” jelasnya.
Diakui, dua mayat korban masih belum ditemukan dan sedang dalam pencarian. Selain itu, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan terkait motif para tersangka melakukan pembunuhan.
AKBP Daryanto menambahkan, upaya yang dilakukan, pihak kepolisian juga terus melakukan pemantauan terhadap kasus temuan mayat di perairan Laut Jawa.
Terbaru, ada temuan mayat tanpa kepala di pesisir pantai di Sumenep, Madura pada Minggu (6/4/2025).
Kami sedang mencocokkan tes DNA keluarga korban dengan temuan mayat tersebut,” katanya.
Sumber: JP.










