Global7.id – Jepara,
Jual Mobil Miniatur 900 Ribu hingga 9 Juta, Pria asal Pecangaan Jepara Manfaatkan Kayu Limbah
Dengan kreativitasnya, Budi Mulyo (50) dari Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, berhasil mengubah limbah kayu bekas mebel menjadi barang-barang bernilai tinggi.
Budi memanfaatkan limbah kayu jati dan mahoni untuk membuat berbagai macam kerajinan, mulai dari miniatur mobil sport, rumah tradisional, hingga papan nama yang sering digunakan oleh pejabat.
Budi, yang kini sudah memiliki satu cucu, mampu menciptakan berbagai jenis miniatur kendaraan seperti mobil, truk, truk kontainer, serta miniatur rumah dan tempat ibadah. Ia sengaja memilih bahan dari limbah kayu karena melihat potensi limbah kayu di Jepara yang sangat melimpah.
Menurut Budi, limbah kayu jati dan mahoni yang biasanya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Limbah ini kan bahan yang tidak berguna, makanya saya alihkan ke barang yang bernilai ekonomis serta ada nilai manfaatnya. Limbah kayu ini daripada cuma berakhir jadi bahan kayu bakar, saya olah jadi miniatur ini,” Ujar Budi Sabtu (24/8/2024).
Untuk membuat satu buah miniatur mobil sport Lamborghini, Budi biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 hari, tergantung pada permintaan dan tingkat kesulitan.
Ia menambahkan, “Kalau mobil seperti ini (miniatur mobil sport) paling 10 hari, tapi tergantung permintaan dan kesulitan. Kalau dulu, waktu pertama kali membuat, bisa sampai dua bulan,” imbuhnya.
Harga miniatur buatan Budi bervariasi, mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 9 juta, tergantung pada detail dan kerumitan miniatur yang dibuat.
Ia melanjutkan, “Harganya macam-macam, mulai dari Rp 800 ribu – Rp 9 juta. Tergantung detail, jadi kecil bukan berarti lebih murah atau besar lebih mahal, tapi tergantung kerumitan dari miniaturnya,” jelasnya.
Budi mulai membuat miniatur sejak tahun 2015, awalnya sebagai mainan untuk kegiatan Pawai Baratan di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.
Miniatur pertamanya dibuat dari limbah pohon rembulung yang tumbuh di dekat sungai. Namun, melihat potensi limbah kayu di Jepara yang melimpah, ia kemudian beralih membuat miniatur dari bahan limbah kayu.
“Awalnya itu waktu ada pesta Baratan saya bikin miniatur dari limbah pohon rembulung. Terus dari situ saya mulai berpikir untuk mengembangkan dari bahan lain, akhirnya terbentuk ini miniatur dari kayu,” ungkap Budi.
Kerajinan buatan Budi telah dipesan oleh beberapa pejabat di Kabupaten Jepara. Salah satu momen yang paling berkesan bagi Budi adalah saat mendapat pesanan dari Pak Ihwan Sudrajat pada tahun 2017.
“Paling terkesan pesanan dari Pak Ihwan Sudrajat. Saat itu ia pesan satu bus dan minta dibuatkan lagi bus yang bisa dipajang dan mendengarkan musik. Akhirnya saya kolaborasi dengan teman-teman, dicolokkan ke listrik bisa buat dangdutan,” pungkasnya.***










