Global7.id – Jepara,
Jepara Kota Ukir Memukau Dunia, Tapi Aspal Berukir Jadi Ironi Nyata
Fenomena jalan rusak yang berlubang di wilayah Jepara utara akhir-akhir ini menjadi buah bibir masyarakat. Ironisnya, kerap terjadi Kecelakaan tunggal akibat dari jalan yang sangat tak layak untuk dilalui, bahkan jalan rusak itu merenggut nyawa warga Jepara utara sendiri.
Dalam postingan netizen Jepara yang menurutnya, “Tak habis pikir kenapa Jepara yang terkenal dengan kota ukir, kota industri nomor dua di Jawa Tengah dan kota UMR nomor 6 se Jawa Tengah, masih belum bisa mengatasi masalah jalan raya yang rusak bertahun-tahun?”.
Dalam postingannya, muncullah puisinya tentang Jepara kota ukir yang juga mengukir jalan rayanya.
“Jepara, kota ukir penuh seni,
Keindahan terpahat hingga kini.
Namun di jalan-jalan penuh gelombang,
Ada cerita lain yang ikut dikenang”.
“Ukiran kayu memukau dunia,
Tapi aspal berukir jadi ironi nyata.
Gelombang di jalan bagai pola tak terencana, Menanti perbaikan yang lama dinyana”.
“Jepara, kota harapan dan mimpi,
Jalanmu semoga kembali rapi.
Agar perjalanan terasa damai,
Tanpa khawatir terguncang di tengah laju yang ramai”, tulis puisi dari akun Facebook AR, Kamis (9/1/2025).
Seperti kita ketahui bersama, karena jalan raya Jepara – Kelet sering dilewati oleh kendaraan tonase berat, maka kerusakan hingga bertahun-tahun tak terhindarkan.
Kepala BPJ Wilayah Pati sudah mengupayakan perbaikan di ruas jalan dari Desa Wonorejo Km. SMG 74+500-Km. SMG 75+350 Desa Mambak dan penanganan kami terkendala karena cuaca di Jepara – Keling.
Berdasarkan hasil survei, salah satu kontruksi pengerasan yang cocok adalah dengan pengerasan rigid beton (rigid pavement). Artinya harus diperbaiki dengan cara di cor beton.
Pada ruas jalan Jepara – Keling salah satu titik paling banyak yang rusak adalah di wilayah Desa Mambak, untuk itu perbaikan peningkatan jalan Tahun Anggaran 2025 akan dilaksanakan di ruas Jalan Jepara ke Keling / Bts. Kab. Pati KM. Smg. 76+300 s/d 76+900 (600 meter) tepatnya di Desa Suwawal barat, Kecamatan Mlonggo (setelah jembatan K. Jeruk) dengan konstruksi rigid beton.
Dari informasi yang dirangkum, untuk anggaran perbaikan itu segera terkontrak, direncanakan pengadaan untuk pekerjaan peningkatan tersebut dilakukan pada triwulan pertama (Januari – Maret). Pagu kami sekitar 5 miliar rupiah.
Selain itu, informasi dari kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono pun juga menyampaikan bahwa perbaikan jalan yang berada di wilayah Jepara utara merupakan jalan provinsi yang setiap tahun dianggarkan Rp 5 Miliar.
Namun, setelah di perbaiki dengan cara di tambal dan di tambal, jalan raya tersebut dipastikan rusak kembali.
Hanung Triyono pun pernah mengatakan, kemungkinan bisa teratasi jika bisa mendapatkan bantuan dana Inpres dari Presiden Prabowo Subianto senilai kurang lebih 100 Miliar.
Jika, jalan tersebut bukan merupakan jalan provinsi, maka Pemkab Jepara melalui DPUPR Jepara pasti bertanggung jawab untuk memperbaiki hingga layak digunakan oleh masyarakat Jepara.
Rusaknya jalan tersebut hingga menggugah rasa kepedulian masyarakat Jepara utara dengan membuka aksi donasi bantuan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut. Bersama Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Desa Mambak dan berbagai komunitas relawan melaksanakan kegiatan penambalan jalan berlubang di ruas jalan Jepara-Bangsri, pada Rabu (8/1) kemarin.
Hanya, harapan terakhir yang ditujukan kepada Bupati Jepara yang baru untuk segera menyelesaikan tentang rusaknya jalan raya dari Jepara ke Mlonggo, Bangsri hingga Kelet.***
Sumber: G7.










