Innalillahi, Mahasiswa asal Mlonggo Jepara Meninggal di Kosan

Foto, Unit Inafis Polrestabes Semarang juga telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP.

Global7.id – Semarang,

Seorang mahasiswa asal Jepara ditemukan meninggal di dalam kamar rumah kos di Jalan Banyuputih Raya, Kecamatan Tembalang, Semarang, Selasa (21/11) pagi.

 


Diketahui korban bernama Faza Aghnia Herlambang, warga Mlonggo, Kabupaten Jepara, yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines).


 

Kapolsek Tembalang Kompol Wahdah Maulidiawati mengatakan, pria berusia 19 tahun itu ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di indekos di rumah milik Sutini.

 



Saat ditemukan, posisi tubuh korban terlentang di atas spring bed, mengenakan kos merah, celana selutut warna coklat.

 


Menurut Wahdah, yang pertama kali mengetahui kejadian ini adalah Fila Aghnia Herlambang, 19, yang juga warga Mlonggo, Kabupaten Jepara.


 

Lanjut Wahdah, saat itu saksi mendatangi tempat kos korban, sekitar pukul 07.10 WIB.


Bacaan Lainnya


Kedatanganya saksi ditempat tersebut diminta oleh orangtua korban untuk mengecek kondisi korban.


 

“Awalnya saksi mendapat telpon dari orangtua korban untuk mengecek kondisi korban. Sebab, handphone korban lantaran tidak bisa dihubungi sejak Senin (20/11),” ungkapnya, Selasa (21/11).

 


Setelah sampai di rumah kos tersebut, kemudian menuju kamar korban dan melihat pintu kamar korban dalam keadaan terbuka lebar. Saksi juga melihat, tubuh korban dalam kondisi terlentang di atas kasur.

 



“Saksi melihat korban sudah terbujur kaku dan mengeluarkan busa dari lubang hidungnya,” jelasnya.

 


Merasa takut dan khawatir, selanjutnya temuan kejadian ini disampaikan ke penghuni kos lainnya. Kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Tembalang, dan Polsek Tembalang.

 

 


Kapolsek Tembalang Kompol Wahdah Maulidiawati menjelaskan kembali, berdasarkan keterangan dokter, korban ditemukan meninggal pukul 06.00 WIB di indekos di rumah milik Sutini.

 


“Dari hasil penyelidikan awal tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan kemungkinan penyebab meninggalnya dikarenakan sakit,” ujarnya.

Menurut Wahdah, korban meninggal diduga karena sakit.

 


Hal ini, lanjut Wahdah juga diperkuat ditemukannya beberapa obat beserta kartu berobat, minuman, makanan dan obat promag di dalam kamar korban.


 

Pihak keluarga yang mendapat kabar duka ini juga datang ke lokasi. Setelah membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi, korban dibawa pulang ke Jepara oleh pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.

 


Unit Inafis Polrestabes Semarang juga telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP.***

 

Sumber: RK.


Tag

Pos terkait