Global7.id – Jepara,
Suasana tenang pagi di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, mendadak berubah menjadi duka. Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Khoiriyah (54), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, ditemukan meninggal dunia di kamar rumah tempat ia bekerja, Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban baru sekitar dua minggu bekerja di rumah milik Joko Riswanto, seorang warga setempat. Sehari-hari, ia tidur satu kamar bersama tiga anak majikan, yang masih berstatus pelajar.
Pagi itu, usai Subuh, korban sempat terlihat berjalan menuju kamar mandi seperti biasa. Setelah itu kembali ke kamar. Tidak ada tanda-tanda keluhan sakit. Semua tampak normal.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 06.00 WIB, Gangga, anak majikan, mendapati korban duduk bersandar di depan lemari, dengan wajah yang tertutup rambut dan tampak pucat. Saat dipanggil, korban tidak merespons.
“Waktu saya datangi bersama Pak Joko, kondisinya sudah tidak bergerak,” ujar Ulul Ain Ramadhan, salah satu saksi.
Ketua RT, Muh Ronzi, kemudian dipanggil untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Pemeriksaan oleh dr. Haris Taqwa dari Puskesmas Batealit memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Terdapat lebam mayat dan diperkirakan sudah meninggal sekitar dua jam. Tidak ada luka atau indikasi kekerasan,” jelasnya.
Pernah Mengalami Depresi
Dari keterangan keluarga, korban diketahui hidup seorang diri dan pernah mengalami tekanan mental terkait persoalan ekonomi.
“Keluarga menyampaikan menerima kejadian ini. Jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan,” kata Ronzi.
Jenazah kemudian diberangkatkan ke rumah duka menggunakan Mobil Siaga Desa Kerso.
Warga sekitar sempat terpukul. Tak banyak yang mengenal korban karena ia baru bekerja beberapa hari. Tapi kepergian yang begitu tiba-tiba meninggalkan cerita sunyi: bahwa beban hidup kadang tak tampak dari luar, namun bisa amat berat di dalam dada.
Bukan hanya kejadian, tapi pesan yang tertinggal:
Di balik pekerjaan yang kita pandang sederhana, ada manusia dengan kisah dan luka yang tidak semua orang tahu.
Banyak orang bekerja mencari tempat bertahan, bukan sekadar upah.
Semoga almarhumah diterima dengan baik di sisi-Nya.
Dan semoga kita semua lebih peka, lebih melihat, lebih mendengar.
G7/AR










