Innalillahi, 3 Hari Tak Pulang, Pria asal Kaliaman Jepara Ditemukan Tewas di Kolam Sawah Bondo

Foto, tim SAR bersama Babinkamtibmas Bondo Jepara.

Global7.id – Jepara,

Suasana tenang di hamparan sawah Dukuh Persil, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, mendadak berubah menjadi duka mendalam. Sekitar pukul 20.48 WIB, Minggu malam, seorang warga bernama Pak Budi yang sedang mencari ikan menemukan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: sesosok jasad pria tergeletak diam di kolam sawah, tubuhnya sudah tak bernyawa.

“Awalnya saya kira hanya pakaian yang mengapung,” kata Pak Budi dengan suara bergetar. “Tapi setelah saya dekati, ternyata itu tubuh manusia.” Dengan cepat, ia menghubungi Babinkamtibmas Desa Bondo. Laporan itu segera diteruskan ke Pak Mashudi, Ketua RW 01, Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang.

Beberapa saat kemudian, identitas korban terkuak. Ia adalah Bambang Suprapto yang akrab disapa Prapto, merupakan warga RT 01/RW 02 Desa Kaliaman. Prapto diketahui telah menghilang dari rumah sejak tiga hari yang lalu.

Menurut kesaksian warga, Prapto mengalami gangguan kejiwaan ringan. Dalam keterasingannya, ia memilih diam, sering berjalan sendiri tanpa arah, seolah mencari jawaban yang tak kunjung datang. “Katanya orangnya memang agak stres,” ungkap Pak Budi lirih.

Saat kabar menyebar, keluarga korban datang ke lokasi, di antaranya Bu Kiptiyah, kerabat terdekat Prapto. Tangis pilu tak terbendung ketika ia memastikan bahwa jasad itu benar-benar milik Prapto. “Ternyata benar itu Pak Prapto,” ungkap salah satu anggota SAR yang turut menyaksikan momen mengharukan tersebut.

Evakuasi pun dilakukan dalam suasana hening, hanya terdengar isak tangis dan suara kendaraan Rescue SAR Jepara yang perlahan membawa tubuh Prapto kembali ke kampung halamannya. Dua mobil Rescue mengantar dia pulang, bukan sebagai orang yang kembali dari pengembaraan, melainkan sebagai jenazah yang menyimpan banyak kisah pilu.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memastikan penyebab kematian Prapto. Penyelidikan terus dilakukan untuk menyingkap apakah ada unsur lain di balik tragedi ini.

Di bawah langit malam yang mendung, sawah Dukuh Persil kembali sepi. Namun keheningan itu kini menyimpan cerita luka tentang seorang lelaki yang mungkin hanya butuh sedikit pengertian, tapi pergi terlalu cepat dan tanpa pamit, tanpa pelukan terakhir dari orang-orang yang mencintainya.

 

***

 

Sumber: Queensha.id

Pos terkait