Global7.id – Palembang,
Seorang pelajar SMA berinisial MR di Palembang melakukan tipudaya kepada kakak kelasnya untuk bisa melampiaskan nafsu bejatnya.
Awalnya ia melakukan pendekatan kepada FA (17) yang merupakan kakak kelasnya.
Ia mengajak jalan-jalan dan mengajak makan bersama.
Hingga suatu saat dengan dalih mengajak makan, MR (16) justru membelokan FA ke hotel.
Tidak hanya satu kali, MR memaksa FA berbuat asusila dua kali dalam satu malam.
Pelaku juga mengimingi korban untuk dibelikan makanan.
Perbuatan asusila MR ini diketahui oleh orangtua korban setelah FA (17) menceritakan kejadian yang dialaminya.
Tidak terima dengan hal itu, orangtua korban langsung mencari pelaku dan melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Palembang
Kasat Reskrim melalui Kanit PPA Ipda Cici Maretri Sianipar mengatakan, aksi bejat pelaku dilakukannya di sebuah kamar hotel di Palembang.
Mulanya pelaku hendak mengajak korban membeli makanan.
“Dia modusnya ngajak korban keluar untuk beli makanan. Bukannya beli makanan ternyata ia membawa korban ke sebuah hotel dulu, korban dipaksa ikut, ” ujar Cici, Senin (4/7/2022).
Setelah sampai dan masuk ke dalam kamar pelaku melakukan aksinya dan memaksa korban menuruti kemauannya, pelaku juga mengiming-imingi membelikannya makanan agar korban mau.

MR menyetubuhi korban sebanyak dua kali pertama kali ia lakukan pada pukul 13:30 WIB lalu satu setengah jam berselang ia kembali melakukan aksinya.
“Korban terus melawan namun pelaku tetap memaksa, ” katanya.
Pelaku dijerat Undang-undang perlindungan anak karena perbuatannya dan kini tengah dalam pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara MR mengakui perbuatannya, dia telah mengenal korban sebelumnya karena korban juga merupakan kakak kelas pelaku.
MR mengajak korban melakukan persetubuhan yang sudah ia rencanakan sebelumnya.
“Sudah kenal dengan korban sebelumnya pak, dan ini baru pertama kali saya lakukan,” katanya.
Sehari sebelum aksi persetubuhan dilakukan oleh pelaku, ia mengajak korban jalan-jalan.
“Saya mengajaknya jalan-jalan, lalu janji mau belikan makanan. Lalu keesokan siang saya kabari lagi kalau saya mau jemput dia. Tanpa dia tahu saya mau bawa dia ke hotel, ” katanya.
Saat menjalani aksinya korban sudah menolak dan berusaha melawan namun ia tetap melanjutkan aksinya.
“Pertama saya cium dulu, baru saya lakukan itu. Ada perlawanan juga dari korban,” ujarnya.
Sumber:Hms Plrs Palembang
(Setiyadi Global7.id)










