Global7.id – Ekonomi Nasional,
Harga rata-rata bahan pangan kompak turun pada perdagangan hari ini, Jumat (9/8), pukul 12.00 WIB. Dari 10 daftar harga yang ada di Pusat Informasi harga Pangan Strategis (PIHPS) di laman Bank Indonesia seluruhnya terpantau lebih murah.
Jika dilihat dari persentasenya, harga cabai rawit mengalami penurunan terdalam hingga 6,17% atau Rp4.100/kg menjadi Rp62.350/kg dari sebelumnya dipatok Rp66.450/kg pada perdagangan Kamis (8/8).
Kemudian, harga bawang merah turun 3,02% atau Rp900/kg menjadi Rp28.950/kg dari sebelumnya Rp29.850/kg. Lalu, harga cabai merah lebih murah 2,59% atau Rp1.300/kg menjadi Rp48.950/kg dari Rp50.250/kg.
Adapun, harga daging ayam dibanderol lebih rendah 2,22% atau Rp800/kg menjadi Rp35.200/kg dari Rp36.000/kg. Selanjutnya, bawang putih lebih murah 1,30% atau Rp550/kg menjadi Rp41.650/kg dari Rp42.200/kg.
Di sisi lain, gula pasir lebih murah 0,82% atau Rp150/kg menjadi Rp18.250/kg dari Rp18.400/kg. Kemudian, harga telur ayam lebih murah 0,67% atau Rp200/kg menjadi Rp29.700/kg dari Rp29.900/kg. Lalu, harga minyak goreng turun 0,52% atau Rp100/kg menjadi Rp19.100/kg dari Rp19.200/kg.
Berikutnya, harga beras dipatok lebih rendah 0,33% atau Rp50/kg menjadi Rp15.300/kg dari Rp15.350/kg. Adapun, harga daging sapi lebih murah 0,15% atau Rp200/kg menjadi Rp135.100/kg dari Rp135.300/kg.
Sebagai informasi, harga pangan di atas diambil berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Pencacahan data dilakukan setiap hari kerja yakni Senin-Jumat, pukul 09.00 WIB – 11.00 WIB. Harga yang dilaporkan adalah harga dalam satuan standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Sementara itu, Holding BUMN Pangan ID Food menargetkan produksi gula sebanyak 84.000 ton dari Pabrik Gula (PG) Rajawali II, lebih besar 27% dibandingkan produksi tahun sebelumnya.
Mengutip Bisnis.com Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto mengatakan, produksi dari PG Rajawali II menjadi penopang bagi pasokan gula dan sumber penghasilan petani tebu di wilayah Jawa Barat. Pabrik tersebut menjadi benteng terakhir bagi keberlanjutan industri gula di Jawa Barat.
Menurut Sis, pihaknya optimistis target tersebut mampu dikejar, lantaran perusahaan yang berada di wilayah Kota Cirebon ini, tahun lalu mampu mencatatkan penjualan hingga Rp2,1 triliun. Sis menyebutkan, kinerja positif itu sejalan dengan peningkatan kinerja operasional perusahaan.***
Sumber: Data Indonesia.










