Global7.id – Jepara,
Kodim 0719/Jepara berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, serta Komunitas Pelari Jepara, menggelar Event Kartini Run Jepara 2025. Dalam event tersebut jumlah peserta membeludak melebihi target. Untuk target yang ditentukan 214 peserta naik menjadi 500 orang peserta.
Meski diguyur hujan para peserta Kartini Run Jepara 2025 untuk tetap semangat dan berlari dengan menempuh jarak 5 kilometer. Start dimulai dari Pendopo Kartini dan finish di Makodim 0719/Jepara dan dilepas Bupati Jepara Witiarso Utomo, Minggu (20/4/2025) pagi.
Tema Kartini Run Jepara 2025 adalah Berlari, Berwisata dan Berbudaya. Kegiatan itu dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke – 476 dan Hari Kartini ke – 146. Yang menarik, Kartini Run Jepara 2025 diikuti oleh peserta dari berbagai rentang usia. Mulai anak-anak hingga orang tua.
“Tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan,” ucap Bupati Jepara.
Sementara itu, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi juga menyampaikan bahwa selain berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, berlari juga menumbuhkan semangat perjuangan RA Kartini dan Hari Jadi Kabupaten Jepara. Doa juga diberikan kepada Bupati dan wakil Bupati Jepara.
“Semoga dalam memimpin Jepara semakin maju dan kegiatan ini menjadikan spirit kita semua untuk meneladani perjuangan RA Kartini, ” ujar Letkol Arm Khoirul Cahyadi.
Ia menambahkan, “Kami ucapkan selamat ulang tahun kepada Bapak Bupati, semoga diberikan kemudahan dalam memimpin Kota Jepara, Maju, Unggul, Lestari, dan Religius, ” terangnya.
Maya, salah satu peserta asal Tahunan, Jepara mengungkapkan tentang event Kartini Run Jepara 2025, “Kegiatan ini sangat bagus. Tidak hanya berlari saja, tetapi peserta juga bisa berwisata dan berbudaya,” ucapnya penuh semangat.
“Mungkin selanjutnya bisa menyedot peserta dari luar daerah, agar lebih semarak dan meriah, ” Imbuhnya.
Dalam event tersebut, Panitia pun menyediakan pemeriksaan gula darah dan kolesterol gratis,10 hadiah best costume, refresh ment dan photo booth. Peserta lari dipersilahkan mengunjungi Museum Kartini secara free biaya.
Selain diikuti komunitas pelari, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah mengirimkan peserta 10 orang. Uniknya, peserta wanita yang ikut tidak memakai kostum pelari, tetapi mengenakan kebaya sebagai simbol menghormati Pahlawan Nasional R.A. Kartini.***
Sumber: RM.jateng.










