Global7.id – Mekkah,
Beredar cuplikan video viral di media sosial yang menunjukkan kepanikan jamaah haji Indonesia di sebuah hotel, diduga akibat alarm kebakaran yang berbunyi karena asap rokok. Insiden tersebut terjadi di kamar lantai 19, di mana empat orang jamaah terlihat tengah merokok.
Video diunggah oleh akun X Icikiwwir pada Sabtu (7/5), yang menyebutkan bahwa asap dari kamar tersebut memicu alarm hingga membuat jamaah lain panik dan mencari sumber asap. Kejadian ini berdampak serius bagi jamaah lanjut usia (lansia), yang terlihat menangis dan gemetaran karena kesulitan turun melalui tangga darurat.
Akun lain bernama corseaux turut menyoroti peristiwa tersebut, menyindir bahwa salah satu syarat ibadah haji adalah berakal. Warganet pun mengecam tindakan para perokok yang dinilai tidak bertanggung jawab dan membahayakan keselamatan jamaah lainnya.
Insiden ini bermula ketika sensor asap di kamar hotel mendeteksi adanya kepulan asap dari aktivitas merokok. Tanpa kompromi, sistem keamanan otomatis pun langsung memicu alarm kebakaran.
Petugas hotel yang sigap segera melakukan pengecekan, dan mendapati bahwa bukan api atau kebakaran yang menjadi biang keladinya—melainkan rokok dari empat jemaah asal Indonesia yang melanggar aturan hotel dan protokol keselamatan.
Perilaku sembrono ini memicu amarah jemaah lain, terutama mereka yang merasa nyawa dan keselamatannya terancam.
Dalam suasana ibadah yang seharusnya damai dan penuh khusyuk, tindakan tersebut dinilai sangat tidak etis dan membahayakan.
Otoritas Belum Beri Tanggapan Resmi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak otoritas haji Indonesia maupun dari manajemen hotel di Arab Saudi terkait insiden tersebut.
Namun, video viral yang tersebar luas di media sosial telah memancing perdebatan tajam dari publik, khususnya di tanah air.
Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang suci, bukan ruang untuk melanggar aturan dan membahayakan orang lain.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama para jemaah, untuk lebih sadar, tertib, dan bertanggung jawab selama menunaikan ibadah di tanah suci.
Sebab, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar—tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi ratusan jiwa lain yang sedang berjuang mencari berkah dan ampunan.***
Sumber: JWP










