Duel Maut di Pasar Kapuas! Pemilik Warung Bertarung Hidup Mati Lawan 3 Perampok Bersenjata

Foto, Terekam CCTV! Duel Maut Pemilik Warung Lawan 3 Perampok Bersenjata di Pasar Kapuas

Global7.id – Nasional, 

Duel maut terjadi di Pasar Kapuas.. Suasana pagi yang biasanya ramai di kawasan Pasar Kapuas mendadak berubah mencekam ketika aksi perampokan berdarah terjadi di Lingkungan 42, Kecamatan Medan Belawan, Senin (16/2/2026). Seorang pemilik warung kelontong bernama Jhon harus bertaruh nyawa setelah diserang tiga pria bersenjata tajam yang diduga hendak merampok hartanya.

 

Insiden itu sontak menggemparkan para pedagang dan warga sekitar. Tidak hanya karena kekerasan yang terjadi secara terbuka di depan warung, tetapi juga karena perlawanan sengit korban yang membuat para pelaku akhirnya gagal membawa hasil kejahatan mereka.

 

Menurut keterangan warga di lokasi, peristiwa bermula saat Jhon baru saja kembali dari membeli makanan. Tanpa disadari, tiga pria misterius sudah mengikuti dari belakang. Saat korban hendak masuk ke dalam warung, salah satu pelaku langsung menyerang secara tiba-tiba.

 

“Ada tiga pria bersenjata tajam datang dari belakang. Salah satu pelaku memiting korban sampai jatuh,” ujar Fauziah, Kepala Lingkungan 42, yang turut menjadi saksi setelah kejadian berlangsung.

 

Serangan mendadak itu membuat suasana pasar berubah kacau. Sejumlah pedagang berteriak ketakutan melihat aksi brutal para pelaku. Berdasarkan rekaman CCTV, ketiga pelaku tampak menganiaya korban secara membabi buta sambil berupaya merebut barang berharga.

 

Namun di luar dugaan, Jhon tidak menyerah begitu saja. Meski kalah jumlah dan berada dalam posisi terdesak, ia melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga. Baku hantam pun tak terhindarkan di depan warungnya sendiri.

 

Aksi perlawanan korban membuat para pelaku kebingungan. Ketegangan meningkat ketika senjata tajam beberapa kali diayunkan, melukai korban di sejumlah bagian tubuh. Meski demikian, keberanian Jhon berhasil menggagalkan rencana perampokan tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Para pelaku akhirnya memilih melarikan diri tanpa membawa hasil rampasan. Sementara korban tergeletak dengan luka serius sebelum warga sekitar memberikan pertolongan.

 

“Korban mengalami luka bacok di kepala, pelipis, dan tangan akibat sabetan senjata tajam. Langsung dilarikan ke klinik terdekat,” tambah Fauziah.

 

Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi para pedagang di kawasan pasar. Mereka mengaku kini merasa cemas dan khawatir aksi serupa kembali terjadi, terutama karena kejadian berlangsung di area yang selama ini dikenal ramai aktivitas ekonomi warga.

 

“Sebelumnya tidak pernah sampai seperti ini. Sekarang kami jadi takut membuka warung terlalu malam,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

 

Pihak kepolisian bergerak cepat menanggapi kasus tersebut. Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, membenarkan bahwa korban telah membuat laporan resmi dan kasusnya kini ditangani oleh jajaran Polres Pelabuhan Belawan.

 

“Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti termasuk rekaman CCTV,” katanya.

 

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika melihat orang mencurigakan di sekitar lingkungan pasar. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal dapat terjadi kapan saja, bahkan di tengah aktivitas sehari-hari yang tampak biasa.

 

Bagi warga sekitar, keberanian Jhon dianggap sebagai tindakan heroik sekaligus menyedihkan. Banyak yang memuji keberaniannya mempertahankan usaha yang telah lama menjadi sumber nafkah keluarga. Namun di sisi lain, kejadian ini juga memunculkan pertanyaan tentang keamanan di kawasan padat aktivitas perdagangan tersebut.

 

Pasar Kapuas sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Medan, khususnya di kawasan Belawan. Insiden berdarah ini pun menjadi sorotan warga yang berharap peningkatan patroli keamanan agar rasa aman kembali pulih.

 

Di tengah suasana yang masih diliputi ketegangan, beberapa pedagang tetap membuka lapaknya meski dengan rasa waswas. Mereka berharap pelaku segera tertangkap agar aktivitas ekonomi bisa kembali normal tanpa bayang-bayang ketakutan.

 

Kisah perlawanan Jhon pun menyebar cepat di media sosial dan menjadi perbincangan luas. Banyak yang menilai aksi beraninya sebagai simbol perjuangan rakyat kecil mempertahankan hasil jerih payahnya di tengah ancaman kriminalitas.

 

Meski mengalami luka serius, kondisi korban dilaporkan stabil setelah mendapatkan perawatan medis. Warga terus berdatangan menjenguk dan memberikan dukungan moral sebagai bentuk solidaritas sesama pedagang.

 

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Keberanian seorang korban mungkin mampu menggagalkan aksi kejahatan, tetapi pencegahan melalui sistem keamanan yang kuat tetap menjadi kunci utama agar tragedi serupa tidak terulang.

 

Kini, publik menunggu langkah cepat kepolisian dalam mengungkap identitas para pelaku serta memastikan kawasan pasar kembali aman bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan sehari-hari.

 

G7/GLN

Pos terkait