Dua Rusunawa di Jepara Kota Rusak Parah, Butuh Anggaran 500 Juta Saja 

Foto, Rusunawa Kyai Mojo Jobokuto dan Rusunawa Ujungbatu Jepara kota.

Global7.id – Jepara,

Dua Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dikelola Pemerintah Kabupaten Jepara, yaitu Rusunawa Kyai Mojo Jobokuto dan Rusunawa Ujungbatu di Kabupaten Jepara rusak parah, Kamis (13/2/2025).

Dari Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara bersama Dinas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) melihat bagian luar bangunan sudah terlihat banyak rentakan pada dinding dan cat dinding juga mengelupas.

Saat masuk ke ruangan, tim mendapati dak bocor. Bahkan, penghuni di dalamnya memasang plastik di bawah plafond untuk menampung air dari rembesan kamar mandi di atasnya. Penghuni juga memasang selang untuk mengalirkan air rembesan.

Kepala Disperkim Kabupaten Jepara, Hartaya mengatakan, Rusunawa Kyai Mojo dibangun pada tahun 2010 dan Rusunawa Ujungbatu dibangun pada tahun 2016. Sejak awal dibangun, Rusunawa Kyai Mojo baru tersentuh pemeliharaan sekali, yaitu di Tahun 2019. Itupun hanya di blok A saja. Padahal total blok yang ada di kedua Rusunawa itu ada 5 blok, di antaranya A, B, dan C ada di Rusunawa Kyai Mojo. Blok D dan E di Rusunawa Ujungbatu.

”Rusunawa Ujungbatu malah pernah ada pemeliharaan sejak awal dibangun sampai sekarang, ” ujar Hartaya, Kamis (13/2).

Melihat kondisi yang cukup memperhatikan, Disperkim Jepara berharap adanya anggaran pemeliharaan untuk kedua Rusunawa.

”Kalau bisa ada anggaran lagi untuk pemeliharaan tidak sampai rehab karena berat. Saya kira pemeliharaan sudah cukup, dengan ada pemeliharaan itu nanti warga yang disini itu bisa merasa nyaman, ” imbuh Hartaya.

Hartaya menyebut, keluhan warga Rusunawa memang sudah sering disampaikan, seperti kebocoran atap hingga dinding yang sudah mengelupas. Namun Disperkim belum bisa melakukan perbaikan karena tidak tersedia anggaran pemeliharaan.

Selain itu, Ketua Komisi D DPRD Jepara Andi Rohmat mengatakan, pada sidak kali ini komisi D mendapati fakta yang memilukan, di antaranya kebocoran di langit – langit di setiap kamar dan balkon besi yang sudah keropos.

”Kami komisi d meninjau lokasi bangunan dan kamar ada lima lantai, di lantai dua aja itu ada kebocoran di kamar-kamar. Seperti ini akan menganggu penghuni, bukan kebocoran air hujan melainkan dari pembuangan air di atasnya. Perlu ada rehabilitasi lagi secara menyeluruh karena kondisi seperti ini. Rehabilitasi memang butuh anggaran cukup banyak, ” ucapnya.

Dia memperkirakan, anggaran rehabilitasi di Rusunawa kyai Mojo saja bisa sampai Rp 500 juta supaya bisa nyaman dipakai masyarakat.

”Paling tidak menyampaikan Rp 500 Juta saya lihat, karena melihat cat sudah mengelupas balkon besi semuanya sudah keropos.Kalau ada anak-anak penghuninya mau menjemur pakaian jadi persoalan. Rusunawa ini diharapkan bisa menjadi fasilitas masyarakat yang layak, ” Pungkasnya.

Andi mengaku akan mengajukan anggaran rehabilitasi pada pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 mendatang.***

Sumber: SM.

Pos terkait