Global7.id – Olahraga,
Old Trafford kembali menjadi panggung drama yang membuat jantung berdegup kencang. Dalam laga sengit pekan lanjutan Premier League pada Minggu, 1 Februari 2026, Manchester United sukses menundukkan Fulham dengan skor tipis 3-2. Kemenangan ini terasa spesial karena ditentukan oleh gol menit ke-94 yang mengundang euforia luar biasa di Theatre of Dreams.
Sejak peluit awal dibunyikan, tempo pertandingan langsung tinggi. Manchester United tampil agresif dengan tekanan intens sejak lini depan, sementara Fulham memilih pendekatan lebih pragmatis: bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Atmosfer Old Trafford terasa panas, seolah menandai bahwa laga ini tak akan berakhir biasa.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Berawal dari situasi bola mati, Casemiro menunjukkan insting golnya. Gelandang asal Brasil itu memanfaatkan kemelut di kotak penalti untuk menceploskan bola dan membawa Setan Merah unggul 1-0. Gol tersebut membuat United kian percaya diri, namun Fulham tidak runtuh begitu saja.
Fulham perlahan menemukan ritme. Mereka beberapa kali merepotkan lini belakang tuan rumah lewat pergerakan dinamis di sisi sayap. Meski demikian, hingga jeda babak pertama, keunggulan 1-0 tetap bertahan untuk United berkat disiplin lini pertahanan dan beberapa penyelamatan penting dari penjaga gawang.
Memasuki babak kedua, Manchester United kembali mengambil inisiatif. Tekanan mereka berbuah hasil pada menit ke-56. Matheus Cunha mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di pertahanan Fulham. Tendangan terarahnya tak mampu dibendung kiper lawan, membuat skor berubah menjadi 2-0. Old Trafford bergemuruh, dan banyak yang mengira laga akan berjalan nyaman bagi tuan rumah.
Namun sepak bola kerap menyimpan kejutan. Fulham menolak menyerah. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih mereka terbukti mengubah dinamika permainan. Intensitas serangan meningkat, dan tekanan terus diarahkan ke area pertahanan United. Upaya itu membuahkan hasil ketika Fulham berhasil memperkecil ketertinggalan, menghidupkan kembali asa mereka di sisa laga.
Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Saat United tampak bersiap mengamankan kemenangan, Fulham justru mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Kevin pada menit ke-90+1. Gol tersebut sempat membuat stadion terdiam, sementara bangku cadangan Fulham meledak dalam selebrasi. Momentum seolah berpindah tangan.
Akan tetapi, malam itu tampaknya memang ditakdirkan untuk Manchester United. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, sebuah serangan terakhir dilancarkan. Bola mengalir cepat ke kotak penalti Fulham, dan di sanalah Benjamin Šeško muncul sebagai pahlawan. Pada menit ke-90+4, striker muda tersebut melepaskan penyelesaian dingin yang menggetarkan jala gawang. Gol! Old Trafford meledak dalam sorak sorai, dan skor berubah menjadi 3-2.
Peluit panjang berbunyi tak lama kemudian, mengakhiri laga penuh emosi ini. Para pemain United merayakan kemenangan dramatis bersama para pendukung, sementara Fulham harus menerima kenyataan pahit setelah tampil begitu gigih hingga detik terakhir.
Hasil ini berdampak besar pada papan klasemen. Tambahan tiga poin membawa Manchester United naik ke posisi keempat dengan koleksi 41 poin, memperkuat ambisi mereka untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Kemenangan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa United memiliki mental baja untuk bangkit dalam situasi paling menegangkan.
Bagi Fulham, kekalahan ini memang menyakitkan, namun performa mereka patut diapresiasi. Datang ke Old Trafford dan hampir mencuri poin menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah diremehkan. Jika konsistensi permainan seperti ini bisa dipertahankan, Fulham tetap berpeluang bersaing ketat di papan tengah liga.
Pertandingan Manchester United vs Fulham kali ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis musim 2025/2026 sebuah pengingat bahwa di Premier League, segalanya bisa berubah hingga detik terakhir.
G7/MEN










