JEPARA, Global7.id – Olahraga domino mulai diperkenalkan sebagai cabang olahraga prestasi di Kabupaten Jepara setelah resmi diakui oleh KONI Pusat. Upaya pembinaan tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Turnamen Olahraga Domino Mahple Club 2026 yang digelar di Balai Kegiatan Warga Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, pada 19–20 Juni 2026.
Ajang tersebut menjadi turnamen domino pertama yang diselenggarakan di Jepara sekaligus menjadi langkah awal pengembangan olahraga domino di tingkat daerah.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Mahple Club, Heru Setyawan, mengatakan kompetisi tersebut bertujuan memberikan wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap olahraga domino. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat yang selama ini menganggap domino hanya sebagai permainan pengisi waktu luang.
“Melalui wadah olahraga yang resmi, kami ingin mengubah stigma negatif menjadi lebih positif sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet domino yang mampu berprestasi,” kata Heru.
Menurutnya, domino tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga membutuhkan kemampuan berhitung, strategi, serta konsentrasi yang tinggi. Karena itu, permainan tersebut dinilai memiliki nilai edukatif dan dapat dikembangkan sebagai olahraga yang mengasah kemampuan berpikir.
Antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut cukup tinggi. Seluruh kuota peserta yang ditargetkan sebanyak 12 tim terpenuhi dalam waktu singkat. Bahkan, sejumlah calon peserta tidak dapat mengikuti pertandingan karena pendaftaran telah ditutup setelah pelaksanaan technical meeting.
Heru menjelaskan, olahraga domino saat ini berada di bawah naungan Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado). Cabang olahraga ini telah mendapat dukungan dari KONI, Komite Olimpiade Indonesia, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“KONI Pusat menetapkan domino sebagai cabang olahraga pada 21 Mei 2026. Ini menjadi peluang bagi daerah untuk mulai melakukan pembinaan atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengakuan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas sosialisasi dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga domino di Jepara.
Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu diikuti peserta dari berbagai wilayah. Tim Nyidamsari yang diperkuat Satwoto dan Bisri berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Tim Perumnas yang diperkuat Ery Susbandi dan Heru Setyawan, sedangkan juara ketiga diraih Tim Guyangan Racing yang diperkuat Sophian dan Sotor.
Melalui turnamen perdana tersebut, domino diharapkan tidak lagi dipandang sekadar permainan hiburan, melainkan dapat berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Jepara.
G7/Diskominfo










