Global7.id, Jakarta — Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih untuk kelima kalinya sejak dilantik pada Oktober 2024. Dalam rangkaian tersebut, Presiden melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Abdul Kadir Karding menggantikan Sahat Manaor Panggabean yang telah menjabat sejak 2023. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 50 TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama (JPTU) di lingkungan Badan Karantina Indonesia.
Menanggapi pergantian tersebut, Benny Hutapea selaku Dewan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) sekaligus pelaku usaha industri Sarang Burung Walet (SBW) menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Barantin yang baru. Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat integritas lembaga serta berpihak pada pelaku usaha, khususnya sektor SBW.
“Pergantian Kepala Badan Karantina diharapkan mampu membangkitkan kembali integritas yang berpihak kepada pelaku usaha, khususnya industri sarang burung walet,” ujar Benny kepada awak media, Kamis (30/4/2026).
Benny juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan tumpang tindih regulasi. Ia berharap Kepala Barantin dapat bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Bea Cukai.
Dalam kajian yang disusunnya, Benny menilai Barantin selama ini menghadapi sejumlah kendala, termasuk lemahnya posisi dalam menghadapi pembatasan ekspor oleh otoritas luar negeri serta tingginya ego sektoral yang berdampak pada kurang optimalnya koordinasi dan diplomasi ekspor SBW.
Ia juga menyoroti adanya praktik monopoli internal yang dinilai menghambat perkembangan industri. Kondisi tersebut disebut berkontribusi pada penurunan kuantitas dan nilai ekspor sarang burung walet dalam lima tahun terakhir, serta berpotensi menimbulkan kehilangan devisa negara dalam jumlah besar.
Menurut Benny, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pasar global sarang burung walet karena menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan dunia. Ia menyebut komoditas tersebut seharusnya memiliki daya tawar tinggi di pasar internasional.
Selain itu, Benny mengungkapkan adanya peningkatan ekspor ilegal SBW yang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ton per tahun, dengan potensi kerugian negara hingga Rp90 triliun per tahun.
Dengan dilantiknya Abdul Kadir Karding, Benny berharap Barantin ke depan dapat mengedepankan koordinasi lintas sektoral serta berperan sebagai instrumen ekonomi dan diplomasi dalam mendukung perekonomian nasional.
Ia juga menyampaikan aspirasi para petani sarang burung walet yang menginginkan perbaikan tata kelola sektor tersebut agar mampu meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara.
“Dengan ketegasan dan pengaruh Kepala Barantin yang baru, kami optimistis sektor SBW Indonesia akan semakin kuat dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” kata Benny.
Benny menambahkan, pengangkatan Kepala Barantin yang baru diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai ekspor produk sarang burung walet sehingga devisa negara dari sektor tersebut dapat meningkat.
G7/Iskandar










