Demo di PT Kanindo Jepara Ricuh

Foto, demonstrasi di depan PT Kanindo Makmur Jaya diwarnai kericuhan.

Global7.id – Jepara,

Demonstrasi ricuh di depan PT Kanindo Makmur Jaya 2. Setelah anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Jepara menggelar demo pada, Rabu (6/1/2024).

Mengutip informasi dari portal media Murianews, terjadi aksi baku pukul antara anggota FSPMI dan beberapa orang dari kelompok tak dikenal. Beruntung kericuhan bisa diredam pihak keamanan.


 

Yopy Priambudi, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Jepara Raya menyayangkan adanya kericuhan tersebut. Padahal, pihaknya hanya ingin berkomunikasi baik-baik dengan pihak perusahaan.


Menurut penjelasan Yopi, demonstrasi itu merupakan buntut dari adanya 12 buruh yang di putus hubungan kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan. Diduga, 12 buruh itu hendak mendirikan serikat buruh FSPMI di PT Kanindo Jaya Makmur 2. Namun tidak diizinkan oleh perusahaan.


 

Demonstrasi itu, kata Yopi, adalah reaksi setelah dua kali mereka mengajukan permohonan Bipartit. Namun tak direspon oleh perusahaan.


”Aksi ini sebagai bentuk solidaritas kami terhadap kawan-kawan, 12 buruh yang di-PHK. Kami mendesak agar mereka kembali dipekerjakan di Kanindo 2. Kalau kita diajak komunikasi dengan baik, tidak akan ada aksi seperti ini,” jelas Yopi.


 

Setelah demonstrasi itu, sambung Yopi, rencananya pada Senin (12/11/2024) mendatang akan dilaksanakan perundingan atau bipartit pertama dengan perusahaan. Kasus PHK 12 buruh itu akan dibahas.


 

”Nanti ada daftar hadir dan risalah bipartit. Untuk kita ajukan sebagai syarat perselisihan hubungan industrial,” kata Yopi.


Yopi menambahkan, sikap solidaritas ini masih akan terus berlanjut sampai 12 buruh itu kembali dipekerjakan di PT Kanindo Jaya Makmur 2 Jepara. Selain itu, pihaknya berharap agar bisa mendirikan serikat buruh FSPMI di sana.


 

Bacaan Lainnya

”12 kawan kami itu hanya ingin mendirikan serikat buruh. Tujuannya untuk mengadvokasi jika ada permasalahan yang dialami kawan-kawan buruh. Tapi mereka malah di-PHK. Tentu ini tidak bisa kami biarkan,” tandas Yopi.

Sumber: MN.

Pos terkait