Cuaca Maritim Tanjung Emas Memanas: BMKG Bunyi Alarm, Gelombang Naik dan Angin Kencang Ancam Pelayaran Awal 2026

Foto, ilustrasi Badai laut dan gelombang besar menghantam Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, aktivitas pelayaran terancam awal 2026.

Global7.id – Semarang | Senin 12 Januari 2026,

Cuaca maritim Tanjung Emas Semarang kembali menjadi perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membunyikan alarm dini setelah mendeteksi peningkatan gelombang laut dan angin kencang yang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran di awal tahun 2026.

 

Berdasarkan prakiraan BMKG periode 9–12 Januari 2026, kondisi cuaca di perairan Tanjung Emas menunjukkan perubahan signifikan. Pada 9 Januari 2026 pukul 05.00 WIB, cuaca terpantau berawan tebal dengan suhu udara sekitar 28°C dan tingkat kelembapan 78 persen. Angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan rata-rata 17 knot dan hembusan maksimum mencapai 22 knot.

 

Situasi tersebut memicu tinggi gelombang laut hingga 1,2 meter. Meski masih dikategorikan rendah, BMKG menegaskan kondisi ini berpotensi mengganggu kapal kecil, nelayan tradisional, serta aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

 

Gelombang Naik, Arus Laut Bergerak Cepat

Memasuki pagi hari di tanggal yang sama, BMKG mencatat kenaikan tinggi gelombang menjadi sekitar 1,3 meter. Peningkatan ini sejalan dengan menguatnya angin dan potensi hujan ringan di perairan Laut Jawa bagian tengah.

 

Arus laut juga terpantau bergerak ke arah timur dengan kecepatan mencapai 47 cm per detik, sementara jarak pandang laut berada di kisaran 8 hingga 10 kilometer.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Tanjung Emas mengingatkan bahwa kondisi laut di wilayah ini dapat berubah cepat akibat pengaruh sistem tekanan rendah dan pola angin musiman di Laut Jawa. Oleh karena itu, nahkoda kapal dan operator pelabuhan diminta tidak mengabaikan pembaruan cuaca maritim.

 

Waspada Gelombang Lebih Tinggi Saat Transisi Musim

Bacaan Lainnya

BMKG juga menyoroti potensi gelombang lebih tinggi saat masa peralihan musim. Pada periode tersebut, gelombang di Laut Jawa bagian tengah diperkirakan dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, terutama ketika angin bertiup dengan kecepatan 15–20 knot.

 

Kondisi ini berisiko menimbulkan gelombang tinggi dan banjir rob di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk kawasan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas.

 

Catatan Penting BMKG

Informasi cuaca maritim meliputi angin, gelombang, arus laut, suhu, kelembapan, dan jarak pandang yang diperbarui secara berkala.

 

Data terintegrasi dengan sistem Vessel Traffic Service (VTS) Pelabuhan Tanjung Emas untuk mendukung keselamatan pelayaran.

 

Masyarakat dan pelaku pelayaran diimbau rutin memantau peringatan dini BMKG melalui kanal resmi.

 

BMKG berharap peringatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta menekan risiko kecelakaan laut, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di salah satu pelabuhan terpenting di jalur Pantura Jawa.

 

G7/PTRS

Pos terkait