Cuaca Jepara Hari Ini Ekstrem, Hujan Tiada Henti Guyur Muria Raya, BMKG Imbau Warga Selalu Waspada

Foto, Cuaca extrem masih melanda Jepara

Global7.id – Jepara, 

Cuaca Jepara hari ini Selasa 13 Januari 2026 masih berada dalam kondisi ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur wilayah Muria Raya sejak dini hari, membuat aktivitas warga terganggu dan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.

 

Berdasarkan pantauan lapangan, hujan deras mulai mengguyur sejak Senin malam dan terus berlanjut hingga Selasa pagi. Langit gelap disertai awan tebal menyelimuti sebagian besar wilayah Jepara, Kudus, Pati, dan sekitarnya yang dikenal sebagai kawasan Muria Raya. Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan utama dan permukiman warga, terutama di daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai.

 

BMKG melalui peringatan dini menyebutkan bahwa wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Jepara dan Muria Raya, masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Kondisi atmosfer yang labil, dipicu oleh aktifnya monsun Asia dan gelombang atmosfer tropis, menjadi faktor utama penyebab cuaca ekstrem yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.

 

“Potensi hujan lebat masih tinggi, terutama pada siang hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” demikian imbauan resmi BMKG dalam keterangannya.

 

BMKG juga menegaskan bahwa meski sebagian wilayah mengalami hujan dengan intensitas fluktuatif, namun potensi hujan ekstrem secara lokal masih dapat terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

 

Dampak Mulai Terasa di Sejumlah Wilayah

Hujan tanpa henti mulai berdampak pada aktivitas warga. Beberapa jalan penghubung antar desa dilaporkan tergenang air setinggi 20 hingga 40 sentimeter. Arus lalu lintas melambat, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menepi karena hujan deras disertai angin kencang yang mengurangi jarak pandang.

 

Di kawasan pedesaan, warga mengeluhkan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Air meluap ke halaman rumah dan lahan pertanian. Petani mulai khawatir terhadap tanaman padi dan hortikultura yang berpotensi rusak akibat genangan berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

 

Sementara itu, wilayah perbukitan di sekitar lereng Muria menjadi perhatian khusus. Tanah yang jenuh air meningkatkan risiko longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah curam dan vegetasi yang minim. Warga yang tinggal di sekitar lereng diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

 

Ancaman di Wilayah Pesisir Jepara

Tidak hanya daratan, kondisi cuaca ekstrem juga berdampak pada wilayah pesisir Jepara. Angin kencang dan gelombang laut yang meningkat membuat aktivitas nelayan terganggu. Sebagian nelayan memilih untuk tidak melaut demi keselamatan, menyusul peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG.

 

Gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter di perairan utara Jawa Tengah. Kondisi ini berisiko bagi kapal nelayan kecil dan aktivitas penyeberangan. Otoritas terkait mengimbau agar nelayan selalu memantau informasi cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan.

 

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

BMKG bersama pemerintah daerah terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir.

Tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho yang rawan tumbang.

Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.

Waspada terhadap kenaikan debit sungai dan segera mengungsi jika air meluap.

Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta menunda aktivitas jika gelombang tinggi.

 

Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait, serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

 

Prakiraan Cuaca Beberapa Hari ke Depan

Berdasarkan prakiraan sementara, cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan turun secara tidak merata, terutama pada sore hingga malam hari. Suhu udara relatif sejuk dengan kelembapan tinggi, sementara angin bertiup cukup kencang dari arah barat hingga barat laut.

 

BMKG menegaskan bahwa Januari merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Oleh karena itu, risiko bencana hidrometeorologi masih tinggi dan membutuhkan kewaspadaan bersama.

 

Warga Diminta Tetap Tenang dan Siaga

Meski kondisi cuaca terbilang ekstrem, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta kerja sama antara warga dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca buruk ini. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan dan siap melakukan langkah cepat jika terjadi keadaan darurat.

 

Dengan hujan yang masih mengguyur tanpa henti, Selasa 13 Januari 2026 menjadi pengingat bagi seluruh warga Jepara dan Muria Raya untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan. Cuaca boleh ekstrem, namun dengan kesiapan dan informasi yang tepat, risiko dapat diminimalkan.

 

G7/BMKG

Pos terkait