BREAKING NEWS! Ambulans Bawa Pasien Terjebak Longsor di Kali Bayi Jepara, Jalur Tempur–Damarwulan Lumpuh Total

Foto, ilustrasi longsor di kali bayi Jepara

Global7.id – Jepara, 

Situasi genting terjadi di kawasan pegunungan Kali Bayi, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jumat malam (9/1/2026). Sebuah ambulans yang membawa pasien terjebak longsor setelah seluruh akses jalan ke dua arah tertutup material tanah dan batu.

 

Ambulans tersebut diketahui hendak menuju Tempur. Namun, saat melintas, jalur ke arah Tempur tidak dapat dilewati akibat longsor. Upaya memutar balik ke arah Damarwulan juga gagal karena kondisi jalan sama-sama tertutup. Akibatnya, ambulans bersama pasien terhenti di tengah gunung, tanpa jalur evakuasi.

 

Kondisi ini memicu kepanikan dan respons cepat dari relawan. Relawan diminta segera bergerak dan melakukan konsolidasi, dengan titik sentral ditetapkan di Omah Mebel untuk mempercepat koordinasi dan penanganan darurat.

 

Wartawan Global 7 telah mengonfirmasi kejadian ini kepada aparat setempat. Dalam komunikasi singkat pada pukul 20.03 WIB, Babinsa Desa Tempur, Kecamatan Keling, menyampaikan bahwa personel sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi lapangan dan menyiapkan langkah penanganan.

 

Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat ambulans membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis segera. Terjebaknya ambulans di jalur pegunungan membuat proses evakuasi berjalan penuh tantangan, terlebih kondisi medan yang licin dan gelap akibat longsor yang terjadi.

 

Warga sekitar bersama relawan berupaya melakukan koordinasi cepat guna membantu membuka akses jalan maupun mencari alternatif evakuasi. Namun, tebalnya material longsoran berupa tanah dan batu membuat kendaraan belum dapat melintas. Kondisi cuaca dan kontur wilayah pegunungan juga menambah tingkat risiko di lokasi kejadian.

 

Aparat TNI–Polri serta unsur terkait dilaporkan telah bergerak menuju lokasi untuk memastikan keselamatan pasien dan kru ambulans. Langkah penanganan darurat terus dilakukan sambil menunggu alat berat atau bantuan tambahan untuk membuka jalur yang tertutup.

 

Bacaan Lainnya

Masyarakat yang hendak melintas di jalur Tempur–Damarwulan diimbau untuk sementara menghindari lokasi dan mencari jalur alternatif demi keselamatan. Pemerintah desa dan relawan juga terus mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah pegunungan Jepara masih cukup tinggi.

 

Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi masih berlangsung dan akses jalan belum dapat dilalui. Keselamatan pasien menjadi prioritas utama, sementara tim di lapangan berpacu dengan waktu dan kondisi alam yang tidak bersahabat.

 

Global 7 akan terus mengikuti perkembangan di lokasi dan menyajikan informasi terbaru secara cepat dan akurat.

 

G7/OBENG

Pos terkait