Global7.id – Jakarta,
Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang pengawasan publik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan menu makanan yang tidak layak diberikan kepada siswa.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan pihaknya tidak anti kritik terhadap program unggulan pemerintah tersebut. Justru sebaliknya, BGN mengaku sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada para pelajar tetap sesuai standar.
Menurut Nanik, laporan masyarakat di media sosial bisa menjadi alat kontrol publik yang sangat efektif, terutama karena jumlah dapur MBG yang kini sudah mencapai puluhan ribu di seluruh Indonesia.
“Kami sangat terbantu kalau masyarakat mengunggah menu yang diterima siswa. Tapi mohon sertakan informasi lengkap seperti sekolahnya di mana, SPPG desa mana, kecamatan dan kabupaten mana. Hari itu juga kami tindak lanjuti,” kata Nanik usai menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.
Baca Juga: BGN Setop 400 SPPG Imbas Menu Tak Standar dan Sanitasi Buruk, Program MBG Dievaluasi Total
Program MBG sendiri kini telah dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Hingga saat ini, jumlah dapur MBG yang telah beroperasi secara nasional tercatat mencapai lebih dari 24 ribu unit.
Pemerintah bahkan menargetkan jumlah dapur MBG akan terus bertambah hingga sekitar 30 ribu dapur dalam waktu mendatang guna menjangkau lebih banyak siswa di seluruh Indonesia.
Namun di balik ambisi besar tersebut, pengawasan menjadi tantangan serius. Pasalnya, jumlah pengawas resmi yang dimiliki BGN sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah dapur yang harus diawasi.
Nanik mengungkapkan bahwa saat ini BGN hanya memiliki sekitar 70 orang pengawas untuk memantau operasional ribuan dapur MBG di berbagai daerah.
“Kita punya pengawas hanya 70 orang di BGN. Bagaimana mau mengawasi 30 ribu dapur nanti? Sekarang saja sudah 24 ribu dapur,” ujarnya.
Karena keterbatasan itu, BGN menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap layak, higienis, dan sesuai standar gizi.
Nanik juga mengingatkan agar laporan yang disampaikan masyarakat benar-benar berdasarkan fakta. Ia meminta warga tidak menyebarkan video lama atau informasi yang tidak jelas sumbernya.
Menurutnya, penyebaran ulang video lama yang tidak relevan justru bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Tolong disebutkan alamatnya di mana, SPPG-nya di mana, kapan kejadian itu terjadi. Jangan video yang sudah lama kemudian diviralkan lagi. Kalau seperti itu berarti ada tujuan lain,” tegasnya.
BGN memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap dapur MBG yang terbukti melanggar standar pelayanan makanan.
Jika ditemukan menu yang tidak layak atau tidak sesuai prosedur, BGN tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pihak pengelola dapur.
Sanksi tersebut bisa berupa penghentian operasional sementara hingga penutupan dapur MBG yang terbukti bermasalah.
“Kalau menunya tidak benar, kita suspend dapurnya. Kita tutup dapurnya,” kata Nanik.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya siswa sekolah.
Program ini diharapkan mampu membantu mengatasi masalah gizi buruk serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa melalui penyediaan makanan sehat setiap hari.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya program MBG kerap menjadi sorotan publik. Beberapa kasus menu makanan yang dianggap tidak layak sempat viral di media sosial dan memicu kritik dari masyarakat.
Pemerintah pun menilai kritik tersebut sebagai bentuk pengawasan publik yang penting untuk memperbaiki sistem pelaksanaan program.
Dengan melibatkan masyarakat sebagai pengawas tambahan, BGN berharap kualitas makanan yang disajikan kepada siswa bisa terus terjaga.
Aduan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) dapat disampaikan melalui call center 127 (SAGI – Sentra Aduan Gizi Interaktif), website http://bgn.lapor.go.id, atau hotline WhatsApp 088293800268 / 088293800376. Layanan ini beroperasi 24 jam untuk menerima laporan, masukan, atau keluhan dari siswa, orang tua, dan masyarakat.
Partisipasi publik dianggap menjadi kunci agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan makanan sehat, bergizi, dan aman bagi jutaan siswa di seluruh Indonesia.
G7/KMP










