Global7.id – Film,
Setelah satu tahun fakum akibat pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia, pesinetron Alvien Bey kini kembali syuting di film terbarunya yang berjudul “Teror Nyi Lenggini”.
Berbeda dengan penampilan Alvien Bey saat main di sinetron Anak Jalanan dan Anak Langit kini Alvien Bey berpenampilan dan berperan sebagai “Barda” yang di garap apik oleh sutradara Opi Sulaiman, dengan karakter sosok yang sangat menantang.
Dalam film layar lebar “Teror Nyi Lenggini” yang di produseri oleh Ferdiansyah ini, mengangkat kembali film era 70an dengan warna gambar yang sangat tajam dengan pencahayaan yang lebih natural namun efek suara yang lebih menegangkan dan juga bisa membuat penonton serasa ada di dalam film itu.
Film yang di produksi oleh PH Dipinang Production yang di bintangi oleh Rima Marisa, Michael, Sonia Putri, Rifka Hawa Masyika, Halimun Ajo (Limbad KW), Regita Zaffani dan beberapa pemain pendukung lainnya.
Sebagai pimpinan produksi, Meisa Ratilaela memilih lokasi wisata di Pangalengan Bandung seperti Bumi Saddam Palayangan, Wanawisata Camboja dan bukit Rahong, karena harus sesuai penulisan skenario dari penulis Puri Ana dan supervisi skenario Harry Ridho.
Saat dikonfirmasi awak media, Alvien Bey mengatakan, “Film ini keren banget dan pengharapan natural banget, pokoknya next klo gak nonton pasti nyesel banget,” ujar Alvien.
Ia menambahkan, “Apalagi saat syuting di lokasi, banyak banget pengalaman mistis, seperti ada beberapa penampakan di lokasi hutan dan saya sempat foto ke arah makhluk halus tersebut dan aneh nya saat saya cek d galeri handphone saya foto nya tidak tersimpan.. karena hutan yang di pake shooting memang terkenal sangat angker di daerah itu, ” Imbuhnya.
Sinopsis Film Teror Nyi Lenggini
“Nyai Lenggini adalah penari Ronggeng legendaris. Setiap show nya selalu heboh dan mengundang decak kagum penonton hingga praktis mendatangkan banyak keuntungan bagi yang mengundang.
Suatu hari Nyai Lenggini hendak menjajal kemampuannya di desa Penari yang konon sudah terkenal ada penari ronggeng yang menguasai wilayah itu yakni nyai Srigati. Perawan yang menjadi incaran pria. Srigati selain cantik, seksi, juga selalu mengundang birahi lelaki ketika menari di panggung.
Singkat cerita Nyai Lenggini sudah berada di desa Penari dan malam itu adalah malam pertama pertunjukannya. Tak disangka pertunjukannya luar biasa hingga mendatangkan keutungan berlipat ganda, hal inilah yang menyebabkan Nyai Lenggini bertekad untuk menetap di desa Penari.
Keputusan Nyai Lenggini untuk tinggal di Desa Penari mampu mengusik Ni Srigati di sejumlah pertunjukan dan Ni Srigati merugi hingga penonton kian berkurang, hal ini berlangsung ber-minggu-minggu.
Akhirnya Srigati merencanakan untuk menghabisi Lenggini. Srigati merencanakan pembunuhan bersama Barda, sosok lelaki yang naksir berat ke Srigati. Srigati janji jika Barda berhasil membunuh Lenggini tanpa melibatkan dirinya ia bersedia melayani Barda.
Barda berhasil membunuh Lenggini dengan cara mengantarkan minuman jus jeruk kesukaan Lenggini yang sudah di bubuhi racun, sehingga Lenggini tewas tanpa di ketahui siapapun. Desa Penari geger, bahkan kepala Desa dan aparat setempat turun tangan. Namun salah satu orang kepercayaan Lenggini sempat mendengar rencana pembunuhan itu dari mulut Srigati ketika mereka makan di warung Ma Inah.
Pembunuhan itu terbongkar, Srigati dan Barda melarikan diri ke hutan. Arwah Lenggini meneror warga desa Penari terutama pada Srigati, Barda dan orang orang yang mengetahui rencana pembunuhan dirinya tapi hanya bungkam.
Teror terus berlangsung hingga Srigati tewas dan jasadnya di gantung di pohon asam, sedangkan Barda tewas dengan tubuh tercabik-cabik”.
Untuk rencana film ini akan segera tayang di OTT True ID dan Genflix.
Untuk harapan kedepannya, “Saya sangat berharap film ini bisa di terima semua kalangan masyarakat dan bisa booming dengan viewers terbanyak dengan promosi yang baik, setelah beres film ini saya juga main di film seperti melow “Mello untuk Lady” dari PH Langit picture, ” Tutupnya.
Tutup Alvien Bey.***
Sumber: AB.
Tag










