Berkunjung ke Dinsospermasdes, Priyo Hardono: Selama ini Pelaksanaan di Lapangan Banyak Pelanggaran untuk Dana Desa

Foto, audensi Dinsospermasdes dengan organisasi DPD Pekat IB Jepara, Priyo Hardono dan tim.

Global7.id – Jepara,

Dinsospermasdes Kabupaten Jepara menerima audensi dari organisasi PEKAT IB Jepara mengenai kritikan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara di aula lantai 2 Dinsospermasdes, Jumat (16/08/2024).


 

Dalam audensi ini Ketua DPD PEKAT IB Jepara Priyo Hardono menyampaikan soal penggunaan anggaran Dana Desa, “Selama ini Dinsospermasdes hanya melengkapi administrasinya saja dan pelaksanaan di lapangan banyak pelanggaran, ” ucapnya saat audensi, Jum’at (16/8).


 

Diketahui, Dinsospermasdes adalah Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang melaksanakan tugas-tugas di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat dan Desa.


 

Priyo Hardono, yang akrab disapa Kang Priyo, merupakan tokoh yang aktif dalam memberdayakan masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi dan mengontrol kinerja pemerintahan Pemkab Jepara dan juga di tingkat Desa mencakup berbagai aspek, termasuk transparansi anggaran, pengelolaan anggaran.


Berikut poin utama yang disampaikan Kang Priyo, Penggunaan Anggaran di Desa harus transparan Dinsospermasdes harus berperan aktif dalam mengawasi penggunaan anggaran di desa se-Kabupaten Jepara, termasuk sumber anggaran dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten.


Kang Priyo menegaskan bahwa penggunaan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur di Desa harus optimal, transparan, dan akuntabel.


 

Menurutnya, penting agar pengelolaan dana tersebut sesuai peraturan dan ke peruntukannya menjaga keberlanjutan program pemerintah desa, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


 

Sementara di tempat yang sama, Edy Marwoto menyampaikan, “Terima kasih atas kunjungan dari Pekat IB Jepara, kami akan semaksimal mungkin untuk bekerja lebih baik lagi termasuk dalam pengawasan rekan-rekan Petinggi, ” ujarnya, Jum’at (16/8/2024).


 

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, “Sebetulnya setiap kami berkunjung ke Desa-desa, kami sering sampaikan untuk melakukan tata kelola keuangan desa agar selalu ada perbaikan, ” pungkas Edi.***

 

Sumber: KF.

Pos terkait