Begal Beraksi di Wedelan Jepara, Inilah Sederet Kasus Begal dan Pesan Kasat Reskrim

Foto, Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Yorisa Prabowo. Foto: Umi Nurfaizah BetaNews.

Global7.id – Jepara,

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari bepergian sendirian di waktu larut malam. Pasalnya, di wilayah kabupaten Jepara pada tahun 2024 kerap terjadi aksi begal maupun jambret yang rata-rata ditujukan kepada kaum perempuan.

Pada tahun 2024 ada sederet peristiwa kejahatan yang dilakukan oleh begal maupun jambret.

1. Pembegalan Desa Klepu, Keling
Seorang warga Jepara, Jawa Tengah menjadi korban begal saat perjalanan pulang usai bekerja di pabrik. Akibat kejadian ini sepeda motor milik korban Honda Vario raib digondol dua pelaku.

Dia mengatakan, kejadian itu berlangsung saat korban yang berinisial E (22) perjalanan pulang bekerja dari pabrik HWI, Selasa (2/4) malam. Di tengah perjalanan di Desa Klepu, Kecamatan Keling korban bertemu dengan dua pelaku yang mengendarai motor matik.

“Sesampainya di jalan kampung turut Dukuh Gili Desa Klepu, Kecamatan Keling Jepara korban mengiringi SPM Honda Beat Street warna hitam tanpa nopol yang dikendarai 2 pelaku,” terang dia.

2. Pembegalan di Desa Mororejo, Mlonggo
Telah terjadi peristiwa diduga perampokan atau (pembegalan) disertai kekerasan terjadi di RT03/RW02, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, tepatnya di persawahan perbatasan Desa Mororejo dan Desa Mambak, Dukuh Gempol, pada sekitar pukul 18.30 WIB. Korban, Wiwik Isrotun (39), menjadi sasaran pelaku yang merampas barang berharga miliknya, Jum’at (20/9/2024).

2. Pembegalan di Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo
Telah terjadi pembegalan di area Srobyong, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Akibatnya, uang senilai jutaan rupiah dan surat berharga dirampas begal, pada Selasa (23/7/2024).

korban seorang perempuan bernama Dwi Nur Safiana (18), warga Tengguli RT5/RW7, kecamatan Bangsri, Jepara menjadi sasaran pelaku penjambretan saat pulang kerja. Kejadian terjadi pada Minggu, 15 Desember 2024, sekitar pukul 16.00 WIB di wilayah perbatasan Desa Kawak dan Guyangan, tepatnya di Desa Guyangan RT1/RW8 dekat Kali Kodok. Minggu (15/12/2024).

3. Pembegalan di Jalan Lingkar Wedelan – Bangsri
Telah terjadi percobaan pembegalan terhadap perempuan bernama Nor Afifah (26), warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri. Kejadian percobaan pembegalan di Jalan Lingkar Wedelan–Bangsri. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.15 saat korban dalam perjalanan pulang kerja, pada Sabtu (28/12/2024) malam.

Korban yang bekerja di sebuah swalayan di Senenan, Tahunan, sedang mengendarai sepeda motor Beat Street saat insiden terjadi. Sesampainya di dekat lokasi penggergajian kayu, ia dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Ketua RW 6 Desa Banjaran, Madkhan, menjelaskan bahwa korban awalnya mencoba melanjutkan perjalanan meski dipepet pelaku. Namun, sesampainya di jalan yang lebih sepi, salah satu pelaku menendang motor korban hingga membuatnya terjatuh.

“Korban mengalami luka lecet dan lebam-lebam di bagian wajah. Saat korban terjatuh, pelaku turun dari motor dan mencoba mengambil kendaraan korban,” ujar Madkhan, Minggu (29/12).

Beruntung, upaya pembegalan tersebut gagal karena saat bersamaan ada pengendara mobil yang melintas. Awalnya, pengendara mobil tersebut mengira peristiwa itu adalah kecelakaan lalu lintas.

Namun, saat hendak menolong korban, pengemudi mobil menyadari situasi mencurigakan ketika dua pelaku justru kabur meninggalkan lokasi.

Dari sederet peristiwa aksi pembegalan di wilayah kabupaten Jepara, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Yorisa Prabowo menghimbau kepada masyarakat Jepara khususnya kaum perempuan, pada Senin (30/12/2024).

Yorisa Prabowo menghimbau, “Kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada, terutama ibu-ibu dan wanita yang bepergian pada malam hari, hindari memakai perhiasan yang berlebihan, hindari jalan sepi yang berpotensi menjadi lokasi tindak kejahatan, segera melapor apabila melihat atau menjadi korban tindak pidana kejahatan, ” pesannya, Senin (30/12/2024).

Ia menambahkan, “Kejahatan terjadi dikarenakan adanya niat dan kesempatan, ” imbuhnya.***
Sumber,: G7.

Pos terkait