Global7.id – Kudus,
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (12/4/2026), memicu banjir yang merendam jalur utama Pantura Kudus–Pati. Genangan air yang mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter membuat arus lalu lintas lumpuh dan memicu kemacetan panjang di salah satu jalur vital tersebut.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Desa Terban, Kecamatan Jekulo, yang menjadi titik paling terdampak. Air yang meluap dari wilayah utara, termasuk aliran dari kawasan Pegunungan Pati Ayam, tidak mampu tertampung oleh saluran drainase, sehingga meluber hingga ke badan jalan nasional.
Kondisi tersebut membuat jalur Pantura yang biasanya ramai dilalui kendaraan logistik dan pemudik berubah menjadi “lautan air” dalam waktu singkat. Pengendara yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan banyak yang memilih berhenti di tepi jalan untuk menunggu genangan surut.
Kendaraan roda dua menjadi yang paling terdampak dalam kejadian ini. Tingginya air membuat sepeda motor tidak dapat melintas secara normal. Sejumlah pengendara nekat menerobos genangan, namun tak sedikit yang akhirnya mogok di tengah jalan akibat mesin terendam air.
Sementara itu, kendaraan besar seperti truk dan bus masih dapat melintas meski harus ekstra hati-hati. Namun, kondisi ini tetap menyebabkan antrean panjang kendaraan dari kedua arah, mengingat banyak kendaraan yang saling menunggu untuk melewati titik genangan terdalam.
Kemacetan yang terjadi tidak hanya berdampak pada pengguna jalan lokal, tetapi juga kendaraan antar kota dan antar provinsi yang mengandalkan jalur Pantura sebagai rute utama distribusi. Situasi ini sempat memicu kepadatan lalu lintas yang cukup parah, terutama pada sore hari saat volume kendaraan meningkat.
Baca Juga: Detik-detik Banjir Rendam Semarang Tengah Malam, 550 Warga Tinggalkan Rumah
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan koordinasi di lokasi terdampak. Petugas diterjunkan untuk membantu mengatur lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi genangan yang berisiko.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyampaikan bahwa kondisi hujan di wilayah tersebut mulai berangsur reda. Namun demikian, debit air yang masih mengalir dari wilayah utara menyebabkan genangan belum sepenuhnya surut.
Menurutnya, aliran air dari kawasan Pegunungan Pati Ayam menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi di lapangan. Air yang terus mengalir membuat genangan bertahan lebih lama, meskipun hujan telah mulai mereda.
“Intensitas hujan sudah menurun, tetapi air masih mengalir dari wilayah utara. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan berharap genangan segera surut,” ujarnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, pengguna jalan diminta untuk mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang rawan genangan. Infrastruktur drainase yang belum optimal juga menjadi sorotan, mengingat jalur nasional seperti Pantura memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Hingga berita ini ditulis, kondisi genangan di jalur Pantura Kudus–Pati masih dalam pemantauan. Petugas terus bersiaga untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan terburuk jika cuaca kembali memburuk.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi cuaca dan lalu lintas sebelum bepergian. Dengan kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, diharapkan dampak dari bencana banjir ini dapat diminimalisir dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal dalam waktu dekat.
G7/KMP










