Global7.id – Jepara,
Anak 8 Tahun asal Jepara Korban Disetubuhi oleh Ayah Angkatnya Trauma Jika ke Kamar Mandi
Mengingat kembali kejadian yang dialami anak berusia 8 tahun asal kecamatan Mayong diduga dicabuli ayah angkatnya (ASB) di kamar mandi gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Sepak takraw di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan yang sudah tak terpakai, pada 7 Agustus 2024 lalu.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) Bambang Hernantya menceritakan hingga saat ini korban telah berada di tempat yang aman.
“Ikut neneknya di Kudus. Sebetulnya pelaku ini kerabat yang dianggap ayah tiri,” ujar Bambang, Kamis (9/1).
Ia menambahkan, “Karena ayahnya menjadi TKI di Malaysia sementara Ibunya berada di Kalimantan. Tapi sekarang keberadaannya tidak terdeteksi, ” imbuhnya.
Saat ini sudah dilakukan pendampingan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jakarta, Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang, Sahabat Saksi dan Korban (SSK), serta Dinsos Kabupaten Kudus.
“Selama enam bulan ke depan korban mendapatkan pendampingan secara intens, terkait prosedural hukum dan psikologis, ” jelasnya.
Menurut Bambang, berdasar kan penuturan dari SSK pendamping, korban mengalami trauma kalau pergi ke kamar mandi. Apalagi jika bertemu dengan pria yang tak dikenal.
“Saat ini kondisi korban sudah berada pada tahap pemulihan psikologis. Pendampingan di lakukan di Kudus karena pindah sekolah ikut neneknya, sementara proses hukum berlangsung di Jepara,” Pungkasnya.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengatasi trauma pencabulan:
1. Memberikan waktu yang cukup untuk anak bercerita.
2.Meyakinkan anak bahwa hal yang terjadi bukanlah kesalahannya.
3. Mengajak anak melakukan aktivitas yang disukainya.
4. Membimbing anak dengan sabar
Membantu anak menerima keadaan.
5. Membantu anak mencintai dirinya sendiri.
6. Membantu anak berpikir positif.
7. Membantu anak melakukan latihan untuk menenangkan diri.
Sumber: RK.










