Aksi Long March, Sambut Lahirnya Pancasila Warga Jepara ini Rela Jalan Kaki dari Petilasan Ratu Kalinyamat Menuju Alun-alun 1 Jepara

Foto, aksi jalan kaki menyambut hari lahirnya Pancasila oleh warga Jepara yang dipimpin oleh Dian Kristiandi.

Global7.id – Jepara,

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni oleh masyarakat Republik Indonesia (RI). Setiap tahunnya, pemerintah Indonesia melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menetapkan tema dan logo untuk memeriahkan peringatan Hari Lahir Pancasila.


 

Malam jelang hari lahirnya Pancasila, salah satu kelompok masyarakat dari kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara melakukan aksi jalan kaki dari pukul 18.00Wib pada Jum’at, (31/5/2024) hingga besok tanggal (1/6/2024).


 

Kelompok masyarakat terutama anak muda yang diketahui dari kecamatan Donorojo dan sekitarnya, Jepara yang melakukan aksi jalan kaki menyambut hari lahirnya Pancasila ini terlihat membawa bendera Merah Putih, bernyanyi lagu-lagu kebangsaan dan membawa obor yang terbuat dari bambu untuk pencahayaan jalan kaki pada malam hari.


 

Aksi Long March jalan kaki dengan menempuh jarak 44 kilometer dari petilasan pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat hingga menuju Alun-alun 1 kota Jepara yang diikuti puluhan warga itu bertujuan untuk mengenang perjalanan pahlawan pada masa perang serta menghormati perjuangan pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia.


 

Diketahui, Koordinator aksi, Dian Kristiandi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk mengangkat semangat para pemuda pada momen perayaan hari lahir ke-97 Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.


 

“Kegiatan ini untuk peringatan hari lahir Pancasila yang padaa 2024 ini berusia 79 tahun. Ini menunjukkan ulang tahun ke-79. Jarak 44 kilometer, ini sama persis karena pada saat itu sang Proklamator (Soekarno) berusia 44 tahun, bukan kebetulan jarak yang kita ini tempuh 44 kilometer,” kata Dian Kristiandi.


Aksi kali ini merupakan bentuk membakar semangat dalam rangka hari lahir Pancasila. Dengan berjalan tengah malam sebagai bentuk menganalogikan perjalanan berat para pahlawan waktu itu. Obor sebagai bentuk membakar semangat meski di tengah malam.


 

“Menganalogikan perjalanan itu paling tidak generasi sekarang ini 1-2 kilometer saja sudah capai. Namun, kita mau menunjukkan dengan kebersamaan gotong royong tekad sangat luar biasa,” pungkasnya.**”

Bacaan Lainnya

 

Sumber: ATR.

Pos terkait